Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Sunday, March 20, 2011

Inilah Surat Terbuka Alanda Kariza untuk Presiden SBY

Inilah Surat Terbuka Alanda Kariza untuk Presiden SBY
Kocim news - Putri dari terdakwa kasus Bank Century, Arga Tirta Kirana yakni Alanda Kariza kembali menulis surat. Namun kali ini Alanda khusus menulis surat yang ditujukan kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Isinya berupa kegundahan hari Alanda akan vonis Ibundanya yang akan dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada 24 Maret 2011 nanti.

Alanda tetap yakin Ibunya tidak bersalah. Namun kekhawatiran terbesarnya adalah tatkala mengetahui hukum di Indonesia kini tidak berpihak mana yang benar dan mana yang salah. Imbasnya, anak-anak muda seperti dirinya yang tak memiliki uang dan kekuasaan akan menjadi tumbal hukum di tanah air jika hukum tidak ditegakkan secara benar.

Berikut surat Alanda Kariza untuk Presiden SBY yang dibuat Alanda pada hari Minggu (20/3/2011) yang dimuat dalam blok miliknya.


SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Jakarta, 20 Maret 2011

Yang Terhormat Bapak Presiden,

Saya mengerti bahwa tulisan seorang pemuda kemungkinan besar tidak akan mendapat tanggapan mengingat banyaknya masalah di negeri ini yang tentunya penting untuk ditanggulangi. Namun, ingatkah Bapak akan perkataan Bung Karno, di mana ia berjanji bahwa dengan beberapa pemuda saja, ia bisa mengguncang dunia? Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, dan Reformasi adalah cerita-cerita yang kami dengar ketika kami tumbuh dewasa, bahwa pemuda bisa menciptakan perubahan dan bahwa ada harapan untuk Indonesia yang lebih baik. Sejak kecil, kami diwajibkan untuk menghafal lima sila yang menjadi ideologi negeri ini, termasuk sila kelima: “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Pada kenyataannya, banyak kejadian di negeri ini yang bersifat kontradiktif terhadap sila tersebut.

Saya merupakan satu dari segelintir pemuda yang dulu percaya bahwa masih ada harapan bagi bangsa ini untuk menjadi bangsa yang besar. Berbekal optimisme serta keinginan untuk menjadikan Indonesia negara yang lebih baik, pemuda Indonesia berkarya – tanpa mengharapkan imbalan apa-apa. Meskipun saya sering mendengar berita mengenai ketidakadilan yang terjadi di Indonesia, pada awalnya saya tidak percaya bahwa implementasi hukum Republik Indonesia seburuk itu. Sampai pada suatu ketika, ketidakadilan tersebut menimpa orangtua saya. Di depan mata kepala saya sendiri, saya melihat bagaimana keadilan di negara ini berpihak hanya pada orang-orang tertentu – pada orang-orang yang memiliki hal yang lebih, termasuk uang dan kekuasaan.

Ibu saya, Arga Tirta Kirana, dituduh terlibat dalam pencairan beberapa kredit di Bank Century, padahal beliau tidak memiliki kewenangan dalam proses pertimbangan, pemutusan, maupun pencairan kredit, serta tidak tergabung di dalam Komite Kredit. Hal itu baru satu dari sekian banyak kejanggalan dalam implementasi hukum yang dialami beliau. Ibu saya dijadikan kambinghitam untuk menyelamatkan individu atau bahkan golongan yang memiliki kekuasaan lebih; dan sejauh ini belum menemukan titik terang menuju keadilan kendati berbagai proses hukum telah dijalani sejak April 2009.

Apa yang terjadi pada Ibu saya bisa terjadi pada siapa saja, dan apa yang mengancam harapan dan optimisme saya pun dapat menghabisi keinginan pemuda Indonesia lainnya untuk berkarya. Selama ini, masa depan Indonesia sudah saya anggap sebagai masa depan saya juga. Saya berharap, sampai kapanpun, hal tersebut tidak akan berubah – bahwa Indonesia dan saya adalah kedua hal yang tak terpisahkan.

Selama beberapa tahun ke belakang, saya berkesempatan untuk bekerjasama dan bertemu dengan begitu banyak pemuda Indonesia yang brilian dan berbakat, yang mencetak prestasi dan membawa nama Indonesia ke kancah regional maupun internasional. Dengan mata kepala saya sendiri pula, saya bisa menyaksikan pergerakan pemuda Indonesia yang membanggakan. Bisa melihat karya mereka membuat saya percaya bahwa Indonesia sangat bisa memiliki masa depan yang cerah. Generasi yang sedikit lebih tua dari kami pun sama hebatnya, tetapi satu persatu dari mereka telah ‘gugur’ dari Indonesia. Banyak dari mereka yang mengagumi optimisme kami yang masih aktif bergerak untuk “Indonesia yang lebih baik” – di mana harapan mereka sudah mati ketika mereka mengetahui sisi lain dari Indonesia, termasuk sistem hukum yang dalam penerapannya tidak secara konsisten menjunjung tinggi keadilan.

Oleh sebab itu, saya khawatir dengan masa depan pemuda Indonesia. Apakah itu berarti, kami – pemuda Indonesia – yang tidak memiliki uang dan kekuasaan, akan memiliki nasib yang sama? Bahwa keberadaan kami juga akan tergilas oleh hukum yang berpihak pada pihak yang membayar lebih, atau punya kekuasaan lebih tinggi? Apakah itu berarti, kami yang berkarya akan terusir dari negara ini apabila kami menginginkan Indonesia yang lebih baik dari hari ini?

Memimpin dan membangun negara memang sebuah perjuangan yang tidak mudah, dan sudah terlalu banyak orang yang terjebak dalam dilema untuk memilih antara mempertahankan masa depan mereka ataukah masa depan negeri ini. Seringkali, pada akhirnya, pilihan kedualah yang harus dikorbankan karena ketidakadilan. Sudah terlalu banyak bibit unggul Indonesia yang ‘layu’ tertimpa hal ini. Bukan karena mereka menyerah dalam memperjuangkan Indonesia, tetapi karena mereka tidak diberi kesempatan untuk berkarya dan menjaga integritas mereka di negeri ini. Jangan jadikan masyarakat Indonesia, terutama pemuda, sebagai korban dari perebutan kekuasaan dan pengerukan kekayaan nusantara. Paling tidak, kami masih punya harapan. Pemudalah yang akan membangun negeri ini di masa depan. Namun tentunya, masa depan ditentukan oleh hari ini. Masa depan dimulai dari sekarang. Kami membutuhkan masyarakat dan pemerintah untuk membiarkan harapan itu tetap menyala, agar tidak mati dimakan korupsi maupun ketidakadilan.

Saat ini, saya menghitung hari sampai Hari Kamis, 24 Maret 2011, di mana vonis untuk Ibu saya yang tidak bersalah akan dijatuhkan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Harapan saya adalah untuk benar-benar melihat perwujudan dari “Kita tetap setia, tetap sedia, mempertahankan Indonesia”, sehingga janji tersebut tidak hanya akan berhenti dalam lagu wajib nasional yang setiap tahun lantang kita nyanyikan. Saya ingin “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” tidak cuma terucap di dalam Pancasila – tapi juga pada implementasinya, pada hukum milik kita.

“Kita hendak mendirikan suatu negara ‘semua buat semua’. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi ‘semua buat semua’,” ujar Bung Karno dalam Pidato BPUPKI 1 Juni 1945.

Bapak Presiden, pertahankan Republik Indonesia di mana ‘semua buat semua’, keadilan untuk semua. Semoga Ibu saya, dan seluruh warga Negara Indonesia, bisa mendapatkan keadilan secara utuh.

Hormat saya,
Alanda Kariza


[via - tribunnews.com]

Sunday, March 13, 2011

Indonesia Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Indonesia Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga NuklirKocim news -Bandung - Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata mengatakan Indonesia telah siap membangun reaktor nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik. "Kita harus pahami sudah siap, secara teknologi kita sudah mampu," ujarnya saat memberi kuliah umum di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Sabtu 12 Maret 2011.

Menurut Suharna, Indonesia telah memiliki kemampuan teknologi nuklir sejak tahun 1950-an. Beberapa reaktor nuklir yang telah dibangun Badan Tenaga Atom Nasional, seperti di Bandung, Yogyakarta, dan Serpong digunakan untuk riset obat dan pangan.

Ia mengakui reaktor nuklir memang berbahaya. Adapun terkait bahayanya jika dilanda gempa, keamanan reaktor tergantung teknologi yang akan dipakai nantinya. "Seperti di Jepang, begitu gempa langsung berhenti (operasi)," katanya.

Menurut Suharna, saat ini lebih penting mengetahui kapan Indonesia akan memulai membangun PLTN daripada berbicara teknologi reaktor nuklir yang akan dipakai. "Sebab Malaysia, Vietnam, Singapura, sudah mengarah ke sana," ujarnya. Indonesia juga harusnya mengambil pilihan membuat PLTN.

Saat ini, selain kajian tapak lokasi di Jepara, Jawa Tengah, pemerintah juga mempelajari calon lokasi PLTN di Bangka Belitung dan Kalimantan Timur. Usulan lokasi tersebut telah diajukan kepala daerah masing-masing. "Lokasi di Pulau Jawa sebagai alternatif," katanya.

Kebijakan dibangun tidaknya PLTN kini masih menunggu keputusan Dewan Energi Nasional. Rumusan Dewan itu selanjutnya akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat. "Mungkin dalam tahun ini selesai," ujarnya. [TEMPO Interaktif]

Sunday, March 6, 2011

Variasi Soal UN 2011 Bikin Siswa Sulit Curang

Variasi Soal UN 2011 Bikin Siswa Sulit CurangKocim news - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, dalam pelaksanaan ujian nasional tahun ini, setiap mata ujian terdiri atas lima jenis soal yang berbeda untuk meminimalkan kecurangan.

"Kalau sebelumnya hanya dua jenis soal setiap mata ujian, tahun ini setiap kelas ada lima jenis soal untuk mata pelajaran yang sama untuk lebih meminimalkan kecurangan siswa agar tidak saling menyontek," katanya di Magelang, Minggu (6/3/2011).

Menurut dia, sistem tersebut sudah diujicobakan kepada para peserta UN, dan hasilnya cukup memuaskan.

"Saya tidak mengatakan UN tahun sebelumnya banyak kecurangan. Tetapi, ini hanya untuk meminimalkan terjadinya kecurangan itu," ujarnya menegaskan.

Kemungkinan kecurangan lain yang akan dimimalkan adalah pengetatan distribusi soal UN karena proses ini rawan kebocoran.

"Di percetakan akan diawasi, distribusi menuju ke rayon juga diawasi hingga soal benar-benar sampai di sekolah. Intinya akan diminimalkan kebocoran sebelum ujian," ujarnya.

Pengetatan ujian nasional juga dilakukan pada pengawasan oleh tim independen. Ujian tahun ini akan kembali melibatkan dosen-dosen perguruan tinggi sebagai pengawas. Ujian nasional SMP dan SMA sederajat tahun ini akan digelar April mendatang.

Hingga awal Maret ini, persiapan UN sudah mulai dilakukan dengan melakukan lelang terbuka untuk pelaksana percetakan soal-soal ujian. Bulan April 2011, pemenang tender akan diumumkan.

Kementrian Pendidikan Nasional sudah mempersiapkan anggaran sebanyak Rp 500 miliar untuk UN tahun 2011. Anggaran tersebut diambil dari APBN.

Wednesday, March 2, 2011

Bupati Sanggau Nonaktifkan Kepsek Cabul

Bupati Sanggau Nonaktifkan Kepsek CabulBupati Sanggau Nonaktifkan Kepsek Cabul, Bupati Sanggau H Setiman H Sudin, menegaskan akan memecat Kepala Sekolah di SMP Parindu berinisial PK, yang menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap sembilan siswinya.

Pemecatan tersebut akan dilakukan Bupati, jika PK dinyatakan terbukti bersalah oleh pihak penegak hukum. "Untuk saat ini kita percayakan semuanya kepada penegak hukum. Biarkanlah mereka bekerja dulu, dan kita tunggu hasil akhirnya. Kalau ternyata yang bersangkutan divonis bersalah, maka kita akan melakukan pemecatan," kata Bupati, saat ditemui di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (2/3).

Seraya menunggu proses hukum, Bupati mengatakan, pihaknya telah menonaktifkan tersangka PK sebagai kepala sekolah, sekaligus tenaga pengajar di SMP tersebut. Hal itu dilakukan, demi kelancaran proses belajar mengajar terutama dalam mempersiapkan murid untuk menghadapi Ujian Nasional (UN).

"Saya sudah perintahkan Kadis Pendidikan untuk menonaktifkan yang bersangkutan. Sementara untuk murid dan para guru di SMP tersebut, saya minta tetap fokus dalam tugasnya masing- masing," pinta Bupati.

Sementara itu, Kapolres Sanggau AKBP I Wayan Sugiri, melalui Kasat Reskrim AKP Fajar Dani SIK, mengatakan, pihaknya akan memeriksa saksi-saksi dari pihak sekolah.
Menurutnya, setidaknya ada lima guru yang akan dimintai keterangan oleh penyidik. Mereka dianggap mengetahui kronologis pencabulan yang dilakukan PK. Saat ini, tambah Fajar, sudah tiga guru diperiksa sebagai saksi.

"Yang sudah kita periksa sebanyak tiga guru, masih ada dua lagi yang belum kita periksa, terkait kasus ini. Tapi dalam waktu dekat pasti akan kita periksa juga. Yang pasti mereka ini kita anggap sebagai orang-orang terdekat korban dan tersangka, sehingga mengetahui kasus ini, meskipun sedikit," ujarnya.

Pemeriksaan tersebut, akan dilakukan secara intensif. "Sebab, informasinya memang sempat ada yang memergoki perbuatan tersangka, dan mengingatkan agar tidak mengulanginya. Untuk hasil pemeriksaan lebih lanjut, sejauh ini belum bisa kita informasikan, karena masih banyak informasi yang harus dikumpulkan," ungkapnya. Bupati Sanggau Nonaktifkan Kepsek Cabul.

Tuesday, March 1, 2011

Lurah di Jatim Wajib Data Jemaah Ahmadiyah

Lurah di Jatim Wajib Data Jemaah AhmadiyahMALANG, KOMPAS.com – Para lurah di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, diwajibkan mendata sekaligus memantau keberadaan jamaah Ahmadiyah di wilayahnya.

Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Malang Dwi Rahayu mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan para lurah di wilayah ini untuk melakukan sosialisasi pendataan dan pemantauan aktivitas jamaah Ahmadiyah.

“Selain itu juga untuk meminimalkan potensi terjadinya konflik horizontal antara warga dengan jamaah Ahmadiyah setelah terbitnya SK Gubernur Jawa Timur tentang larangan aktivitas Ahmadiyah di provinsi ini,” kata Dwi, Rabu (2/3/2011).

Menurut dia, pihaknya meminta agar para lurah nantinya juga melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada tiap RT dan RW di wilayah masing-masing. Kalau memang ada papan nama atau segala sesuatu yang beridentitas Ahmadiyah, segera dilaporkan ke instansi berwajib.

Ia mengakui, hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meminimalkan terjadinya konflik di masyarakat terkait adanya SK Gubernur Jatim terkait larangan aktivitas Ahmadiyah itu.

Apabila ditemukan adanya kelompok Ahmadiyah, diminta untuk segera melaporkan agar ditangani pihak berwajib, sehingga tidak ada tindakan main hakim sendiri danlebih baik dilaporkan kepada pihak berwajib. Baca juga: Indonesia Lolos Sanksi FIFA

Sunday, February 27, 2011

Andre Taulani Menang Telak di "Kandang"

Andre Taulani Menang Telak di Kandidat wakil wali kota Tangerang Selatan yang juga dikenal sebagai artis ibu kota, Andre Taulani, menang telak dalam pemungutan suara ulang di tempat pemungutan suara di dekat rumahnya.

Di TPS 25 RT 09 RW 04, Jalan Gelatik Atas, Kelurahan Rengas Ciputat Timur, Andre yang mendampingi sang calon wali kota Arsyid berhasil mengumpulkan 199 suara. Pesaing terdekat yang sempat dideklarasikan Komisi Pemilihan Umum Tangerang Selatan sebagai pemenang pilkada pada 13 November 2010, Airin Rachmi Diany-Benjamin Davnie, hanya mendapat 73 suara.

Yayat Sudrajat Norodom Sukarno (nomor urut 1) tak mendapatkan suara dan Rodhiyah-Sulaeman Yasin (nomor urut 2) mendapat 4 suara. 1 suara tidak sah. Jumlah total pemilih di TPS ini adalah 277 orang atau bertambah dari jumlah di DPT yang tercantum 268 orang. Penambahan sembilan pemilih berasal dari warga TPS lain yang juga mempunyai undangan memilih.

Berlangsung meriah
Sejak awal, proses penghitungan suara berlangsung meriah. Bocah-bocah berulang kali meneriakkan takbir saat nama Andre Taulani disebut oleh panitia di TPS 25. Keriuhan memuncak saat warga memasang petasan cabai rawit begitu Andre dinyatakan sebagai pemenang dalam pemungutan suara ini.

Asap dan tebaran potongan-potongan kertas yang menyertai letusan petasan itu langsung terlihat, menambah suasana meriah di tempat itu. Ini tak berbeda dengan tradisi perkawinan pada masyarakat Betawi yang biasa menggunakan petasan sejenis.

Namun, Andre yang namanya melambung lewat grup musik Stinky, film, sinetron Kiamat Sudah Dekat, dan terakhir tayangan komedi Opera van Java itu tak terlihat di TPS 25. Ia memilih untuk bercengkerama dengan dua buah hatinya, Ario (4) dan Kenzi (3), di rumahnya.

[via kompas]

Saturday, February 26, 2011

Patung Ogoh-ogoh Gayus untuk perayaan Nyepi

Patung Ogoh-ogoh Gayus untuk perayaan NyepiMaaf ya contoh ogoh-ogoh Gayus nya belum ketemu, jadi pakai gambar ogoh-ogoh yang ada aja ya

Warga bali kini sedang mempersiapkan diri menyambut hari raya Nyepi tanggal 5 Maret besok, namun ada yang unik dari persiapan perayaan hari besar itu, yaitu replika Ogoh-ogoh Gayus Tambunan

Patung Ogoh-ogoh Gayus untuk perayaan Nyepi

Ogoh-ogoh dikenal sebagai makhluk raksasa, rakus dan juga menakutkan. Dalam perkembangannya, ada yang dibuat menyerupai orang-orang terkenal, seperti para pemimpin dunia, artis atau tokoh agama bahkan penjahat. Nah berangkat dari hal itu pula, masyarakat Bali mengambil tema gayus sebagai wujud lain dari ogoh-ogoh yang rakus karena memakan uang rakyat.

Ogoh-ogoh merupakan simbol yang mencerminkan sifat jahat, sehingga pada saat malam menjelang Nyepi, ogoh-ogoh diarak keliling desa dan kemudian dibakar, dengan maksud untuk membakar atau menghilangkan segela hal yang buruk dalam dunia sebelum hari suci itu tiba.

Thursday, February 24, 2011

Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Wajo

Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Wajo
Sedikitnya 10 rumah rusak parah diterpa angin kencang di Kelurahan Salomenlareng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Jumat (25/2/2011). Peristiwa itu terjadi pukul 12.30 Wita saat warga hendak berangkat ibadah shalat Jumat.

Salah seorang warga, Anto Prakas, mengatakan, saat kejadian angin kencang bertiup dan menerbangkan atap rumah warga. Bahkan, satu rumah roboh akibat terpaan angin tersebut. "Saat angin bertiup kencang, warga yang ketakutan bersembunyi di bawah kolong rumah. Mereka panik dan baru berani keluar kolong rumah saat tiupan angin mereda," ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan fasilitas umum maupun korban jiwa akibat kejadian itu.

Tidak hanya terjadi di Kelurahan Salomenlareng, angin kencang juga melanda Kota Sengkang. Bahkan, berdasarkan pengamatan Anto atap sebuah rumah terlihat melayang tertiup angin.

Monday, February 21, 2011

Keaslian Ratusan Wayang Kuno Radya Pustaka belum Teridentifikasi

Keaslian Ratusan Wayang Kuno Radya Pustaka belum Teridentifikasi
Ratusan wayang kuno koleksi Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah, belum teridentifikasi oleh tim dari Direktorat Museum Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Namun, tim yang bertugas meneliti keaslian wayang-wayang kuno itu telah mengakhiri masa tugas mereka, Senin (21/2).

Wayang-wayang yang belum teridentifikasi itu tersimpan di dalam sebuah kotak kayu. Sementara itu, proses identifikasi hanya difokuskan pada koleksi wayang yang dipajang.

"Selama empat hari bekerja, hanya 165 wayang yang berhasil didata. Masih ada sekitar 500 wayang lagi yang belum (teridentifikasi)," kata Ketua Tim Direktorat Museum Sri Ediningsih.

Koleksi yang tersimpan dalam kotak itu sebagian besar merupakan wayang duporo. Yakni, wayang yang dibuat berdasarkan sosok nyata. Seperti Menak Jinggo, Sunan Kudus, Kapten Tak, Untung Suropati, Harya Penangsang, Sultan Pajang, Dhasing Dhaeng Maleha, Dhoyok, dan Brayud.

Dari koleksi tersebut, yang tertua adalah wayang Menak Jinggo. Wayang tersebut dibuat sekitar 1840. Sedangkan sisanya dibuat pada masa pemerintahan Raja Keraton Surakarta Pakoe Boewono X antara 1893 sampai 1939.

Sri Ediningsih beralasan, tidak tersentuhnya wayang-wayang kuno itu karena waktu yang diberikan kepada timnya untuk bekerja sangat sempit. Praktis pemeriksaan hanya difokuskan pada koleksi wayang yang di pajang saja.

Hasil identifikasi dan inventarisasi itu, menurutnya, telah dihimpun dalam sebuah database koleksi museum, lengkap dengan foto setiap wayang.

"Tetapi baru sebatas jumlah, data, dan dokumentasi. Belum sampai menyentuh asal-usul wayang, tempat dan tahun pembuatannya. Hasil inventarisasi ini akan kami serahkan kepada wali kota untuk ditindaklanjuti," jelasnya.

Friday, February 18, 2011

Warga Boyolali Diduga Terpapar Virus Antraks

Warga Boyolali Diduga Terpapar Virus Antraks
Sejumlah warga di Dusun Tangkisan, Desa Karangmojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, menderita sakit aneh dan diduga terkena suspect virus antraks yang bersumber dari daging sapi.

Kepala Desa Karangmojo, Moh Toha, di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (18/2) mengatakan, ada sembilan warga di desa ini yang menderita bagian kulitnya muncul bintik bintik dan melepuh mengandung cairan, diduga mereka setelah menyantap daging sapi.

Menurut dia, lima dari sembilan warganya terpaksa harus menjalani perawatan di rumah sakit, dan empat orang lainya rawat jalan. Kelima orang itu, semula dirawat di RS Solo beberapa hari, kemudian dirujuk ke RS di Semarang.

Rujukan RS tersebut, kata dia, karena harus membutuhkan opservasi untuk mendeteksi virus yang menjangkit. Penderita saat dirawat RS, cairan di kulit semakin mengembang, mirip terkena luka bakar.

Menurut dia, peristiwa tersebut berawal dari seorang warga Desa Karangmojo, Ramelan, 50, yang membeli seekor sapi dari Pasar Karanggede, Boyolali, pada tanggal 8 Januari 2011. Sapi itu, sampai di rumah, kondisinya masih sehat. Namun, sapi tersebut lambat laun kesehatannya terganggu dan nafsu makannya berkurang. Sapi itu, kemudian mendadak roboh sekarat, sepekan yang lalu.

Pemilik sapi langsung memotongnya dan dagingnya dikemas plastik dan dijual kepada sejumlah tetangganya terutama warga RT 20 dan 21. Daging sapi itu, sebagian juga dimasak oleh pemiliknya. Namun, sebagian warga setelah makan daging sapi tersebut dua hari kemudian mengeluh pusing dan badan terasa demam. Setelah itu, pada kulit mereka muncul bintik bintik hingga akhirnya melepuh.

Menurut dia, lima warganya yang sakit tersebut dibawa ke RS Solo. Dari hasil pemeriksaan dokter, cairan di kulit pasien tersebut mengadung virus yang susah dideteksi. Mereka kemudian dirujuk ke RS di Semarang.

Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Peternakan, baik dari Pemkab Boyolali maupun Pemprov Jateng, melakukan pengecekan ke lokasi. Mereka kemudian mengambil sampel cairan dan darah warga setempat yang berobat jalan.

Kepala Disnakan Boyolali, Dwi Priyatmoko, saat dikonfirmasi membenarkan adanya petugas yang ke Tangkisan, Karangmojo. Petugas Disnakan itu, mengecek lokasi penyembelihan sapi. Namun, petugas tersebut mengalami kesulitan mendeteksi lantaran di

lokasi pemotongan sudah tidak ada bekasnya.

Sementara itu Kepala Dinkes Boyolali Yulianto Prabowo mengatakan, pasien yang memiliki gejala penyakit tersebut bisa dikatakan suspect virus antraks. Namun, Yulianto belum bisa menjelaskan secara detail terkait pasien yang dirujuk ke RS Semarang, karena masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. (Ant/OL-2)

Standar Garis Kemiskinan Indonesia Terlalu Rendah

Standar Garis Kemiskinan Indonesia Terlalu Rendah
Standar garis kemiskinan yang selama ini digunakan Badan Pusat Statistik dalam menghitung angka kemiskinan di Indonesia terlalu rendah.

Tingkat pendapatan minimal rata-rata yang dipakai BPS untuk perhitungan garis kemiskinan 2010 di Indonesia sebesar Rp211.726 per bulan atau sekitar Rp7.000 per hari. Sementara negara regional lain, salah satunya Vietnam, sudah menggunakan garis kemiskinan Bank Dunia sebesar US$2 atau sekitar Rp18.000 per hari.

Peneliti ekonomi dari LIPI Latif Adam ketika dihubungi, Jumat (18/2), mengatakan, garis kemiskinan Indonesia ini ada dua versi, desa dan kota. Untuk kota, batas atas tingkat pendapatan kategori miskin Rp232.989 per bulan, sementara desa Rp192.354 per bulan.

Menurutnya, standar perhitungan yang rendah ini menyebabkan angka kemiskinan makro 2010 sebesar 31,02 juta orang atau 13,33% dari total populasi kurang mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Persentase kemiskinan terlihat rendah karena data BPS menggunakan konsep perhitungan yang standarnya jauh di bawah standar internasional yang diadopsi Bank Dunia.

"Kalau kita adopsi garis kemiskinan US$2 per hari, seperti Vietnam dan negara Asia Tenggara lain, tingkat kemiskinan kita bisa meledak jadi 42% dari total populasi," ujarnya.

Selain itu, Latif juga mengingatkan pemerintah untuk menjadikan data jumlah penduduk hampir miskin (near poor) sebesar 29,38 juta orang sebagai peringatan. Sebab, mereka yang masuk kategori ini sangat rentan terdegradasi masuk kategori miskin (poor) akibat kenaikan harga pangan.

Sebab, seperti halnya penduduk miskin, struktur pengeluaran rumah tangga mereka masih terkonsentrasi di konsumsi pangan. Artinya, mereka langsung merasakan dampaknya dan terpukul daya belinya jika harga bahan-bahan pangan melambung tinggi.

Jika mereka semua jatuh miskin akibat inflasi, jumlah penduduk miskin Indonesia bisa bertambah menjadi 60,4 juta orang. Ini akan terjadi jika 29,38 juta penduduk hampir miskin masuk kategori miskin yang saat ini berjumlah 31,02 juta orang.

"Penduduk near poor ini orang-orang yang memiliki pendapatan sedikit di atas garis kemiskinan dengan toleransi sekitar 5%. Ini warning bagi pemerintah," ujarnya.

via mediaindonesia.com

Wednesday, February 16, 2011

Penambang Liar Diatur dan Dikenai Pajak

Penambang emas liar di kawasan Taman Nasional Nani Wartabone di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, akan diatur melalui peraturan daerah. Mereka harus memiliki izin usaha dan akan dikenai pajak atau retribusi daerah.

Pengaturan yang akan diuat dalam peraturan daerah (perda) itu nanti diharapkan dapat meminimalkan dampak kerusakan lingkungan. Perda tersebut bertujuan untuk menekan agar penambang liar tidak semakin merajalela. Selain itu, mereka juga diwajibkan untuk membayar retribusi atau pajak daerah kepada Kabupaten Bone Bolango.

"Akan diatur tentang bagaimana tata cara penambangan yang ramah lingkungan, misalkan tidak boleh menggunakan merkuri. Selain itu, pengurusan izin usaha harus melalui pemerintah daerah dan bakal dikenai sanksi jika ada yang melanggar," kata Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Rabu (16/2/2011) di Bone Bolango.

Terkait rencana alih fungsi sebagian lahan di TN Nani Wartabone oleh perusahaan PT Gorontalo Minerals, menurut Hamim, perusahaan tersebut masih memerlukan waktu sebelum memulai eksplorasi. Secara pribadi, Hamim merisaukan penambangan di kawasan taman nasional tanpa melalui kajian menyeluruh. Namun, keputusan alih fungsi taman nasional untuk PT Gorontalo Minerals ada di tangan pemerintah pusat.

Aktivis lingkungan Suwiryo Ismail mengatakan, polemik alih fungsi taman nasional harus segera dihentikan. Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Gorontalo yang belum rampung harus mencabut kembali rencana pengalihan fungsi taman nasional. Apapun bentuk penambangan di kawasan tersebut akan berdampak buruk bagi lingkungan.

"Apalagi, rencana pengalihan tersebut diperuntukkan bagi penambang besar yang dampak kerusakan lingkungannya pasti akan lebih besar lagi. Alih fungsi itu hanya untuk kepentingan ekonomi jangka pendek saja," tutur Suwiryo.

Menurut catatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa, ada sekitar 10.000 penambang emas liar di kawasan TN Nani Wartabone. Menurut dia, dengan masuknya PT Gorontalo Minerals, penambangan justru akan lebih tertata secara profesional. Ia pun meyakini jika dampak lingkungan akibat alih fungsi tersebut tidak akan terlalu signifikan.

TN Nani Wartabone ditetapkan pada tahun 1991 dengan luas sekitar 300.000 hektar. Dari luasan itu, sekitar 19.000 hektar akan dialihfungsikan untuk pertambangan emas dan tembaga. Di tempat itu pula banyak terdapat satwa endemik, serta 400 jenis pohon dan 169 tanaman perdu.

Monday, January 24, 2011

Gayus Keluar Tahanan 68 Hari Bukan 68 kali

Gayus Keluar Tahanan 68 Hari Bukan 68 kali
Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo mengungkapkan, terpidana kasus korupsi pajak Gayus Halomoan Tambunan bukan keluar sebanyak 68 kali dari Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua selama ditahan. Namun, Gayus berada di luar tahanan dengan total selama 68 hari.

"Ijinnya bukan 68 kali, tapi 68 hari dia ada di luar. Bukan 68 kali ijin. Tidak. Setelah dia kembali dari sidang, tidak ke tahanan, itu dihitung dia di luar. Jadi tidak dengan perijinan penuh," kata Timur ketika menjawab pertanyaan anggota Komisi III DPR RI dalam rapat kerja, Senin (24/1/2011).

Kemana saja Gayus dan siapa yang ditemuinya, Timur mengatakan, masih dalam penyelidikan kepolisian. Oleh karena itu, dirinya belum bisa menjawab pertanyaan apakah benar Gayus keluar dari tahanan untuk bertemu kembali dengan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum atau bertemu dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie di Bali, seperti dispekulasikan selama ini.

Polri, lanjutnya, juga terus menerima aduan dari masyarakat seputar penyelidikan keluarnya Gayus tersebut. "Sampai sekarang tidak ditemukan dari 68 hari tadi ketemu dengan Satgas. Yang ketemu dengan Satgas, waktu di awal di Singapura. Tapi kalau memang ada informasi yang lain akan kita tindak lanjuti. Dari penyelidikan yang sudah ada, dari 68 hari tadi tidak ada ketemu Satgas," tegas Timur.

Awal November lalu, pihak kepolisian melansir bahwa Gayus keluar tahanan paling tidak sekali dalam seminggu sejak ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Di Samarinda Ratusan Ayam Mati Mendadak

Di Samarinda, Ratusan Ayam Mati Mendadak
SAMARINDA, KOMPAS.com - Warga Samarinda, khususnya yang tinggal di RT 03,RT 04,RT 09 dan RT 13 Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Samarinda Utara beberapa hari terakhir dibuat resah karena menemukan ratusan ayam mati mendadak di lingkungan mereka.

Dalam satu bulan terakhir, warga di empat RT Kelurahan Mugirejo menemukan sekitar 196 ayam mati mendadak, dengan rincian RT 03 sebanyak 50 ekor, RT 09 100 ekor, RT 13, 40 ekor dan RT 04 sebanyak 6 ekor.

Banyaknya temuan ayam yang mati secara tiba-tiba itu, membuat warga curiga dan khawatir lingkungannya tidak lagi aman. Sebagian warga menduga ayam yang mati mendadak itu disebabkan terjangkit virus flu burung.

Warga pun dengan cepat mengambil tindakan dengan memusnahkan ayam-ayam yang mati tersebut tanpa menunggu petugas dari Dinas Peternakan. "Ayam-ayam yang mati itu terpaksa dimusnahkan dengan cara manual oleh warga sendiri, akibat ketiadaan petugas dari Dinas Peternakan setempat yang turun," kata Slamet warga RT 03 Kelurahan Mugirejo, Samarinda Utara, Senin (24/1/2011).

Menurut Slamet, dalam proses pemusnahan, warga menggunakan alat manual, kemudian membakar dan mengubur ayam-ayam itu di sebuah tempat yang aman," katanya.

Muslim, warga di RT 03 Kelurahan Mugirejo menyayangkan belum adanya tindakan Pemerintah terkait kasus kematian ayam di lingkungannya. "Di RT 03, selama satu bulan terakhir ini ada 50 ekor ayam yang mati mendadak. Ayam-ayam itu terpaksa kami musnahkan sendiri," kata Muslim.

Warga tidak mengetahui persis penyebab banyaknya ayam yang mati tidak wajar di lingkungannya. Namun warga menduga kematian ayam yang begitu spontan itu akibat terkena flu burung. Warga Mugirejo melaporkan kasus tersebut ke Dinas Peternakan Samarinda.

Kepala Dinas Peternakan Kota Samarinda Rini Purwanti saat dikonfirmasi mengaku dirinya telah menerima laporan dari warga Mugirejo tersebut. Rini mengatatakan, pihaknya sudah menurunkan petugas dari bidang pengendalian flu burung untuk melakukan inspeksi ke lapangan.

"Hari ini petugas pengendalian sudah turun kelapangan untuk menindaklanjuti kasus itu. Kalau nanti dari hasil pemeriksaan sampel ditemukan penyakit flu burung, maka didaerah itu kita lakukan populasi atau pemusnahan ayam yang terjangkit," kata Rini, siang ini.

Saturday, January 22, 2011

Soeharto Bisa Dilengserkan, Mosok Nurdin Tak Bisa

Soeharto Bisa Dilengserkan, Mosok Nurdin Tak Bisa
Gelaran Kongres PSSI yang berlangsung di Hotel Pan Pasific Nirwana Bali Resort, Tabanan, Bali, dinilai pengamat bola dan politik dari Universitas Indonesia (UI), Doktor Ari Junaedi, bisa ditebak hasilnya. Menurutnya, ajang ini hanya akan melegalisasi cara-cara Nurdin selama ini.

Dia juga menyayangkan para peserta kongres tidak membuka hati dan matanya terhadap aspirasi masyarakat.

Pembekuan beberapa pengurus sepak bola seperti Persis Solo, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makasar, kata Ari, makin menunjukkan arogansi Nurdin cs. Tidak ada cara lain, Ari berharap pihak-pihak yang peduli dengan kemajuan sepak bola di tanah air "merapatkan" barisan untuk menempuh cara konstitusional melengserkan kabinet Nurdin.

"Masak kita bisa meruntuhkan rezim totaliter Soeharto, tapi kebobrokan rezim Nurdin Halid kita tidak mampu?" kata Ari Junaedi kepada tribunnews.com.

Ari Junaedi meyakini, Nurdin Halid dan Nugraha Besoes masih kokoh bertahan hingga kongres pemilihan Ketua PSSI 2011-2015 digelar 19 Maret mendatang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

"Saya sudah memperkirakan ajang Kongres PSSI ini hanya melegalisasi cara-cara Nurdin selama ini. Seharusnya peserta Kongres PSSI bisa memahami aspirasi yang berkembang di masyarakat. Entah, mengapa nurani peserta menjadi tumpul," ujarnya

Dikatakan, pemilihan lokasi Kongres pemilihan Ketua PSSI di Bintan saja bisa ditebak sebagai "pengucilan" pemilik hak suara yang dimiliki pengurus cabang, pengurus daerah, klub-klub yang ada dalam naungan Liga Super dan Divisi Utama untuk menyalurkan aspirasinya.

"Kenapa tidak sekalian di Pulau Nusakambangan saja Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI diadakan? Kalau FIFA tahu kondisi yang sebenarnya PSSI di bawah Nurdin Halid-Nugraha Besoes, mungkin FIFA bisa jasa membekukan PSSI," urai Ari Junaedi. KOMPAS.com

Friday, January 21, 2011

SBY Minta Naik Gaji, Golkar Siap Tindak Lanjuti

Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham menilai, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan gajinya tidak naik sejak menjabat sebagai Presiden RepubIik Indonesia pada 2004, menunjukkan sikap terbuka kepada rakyat.

"Pernyataan Presiden Yudhoyono itu bukan berarti meminta kenaikan gaji, tapi menunjukkan sikap terbuka kepada rakyat," kata Idrus Marham, di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat.

Menurut Idrus, pernyataan Presiden Yudhoyono soal gaji yang disampaikannya di tengah pidato pada rapat pimpinan TNI dan Polri, di Jakarta, Jumat, merupakan wujud dari sikap transparansi.

Pernyataan Presiden tersebut, menurut dia, konteksnya bahwa Pemerintah berkomitmen ingin menaikan gaji dan remunerasi bagi anggota TNI dan Polri. "Presiden tidak mungkin mempersoalkan materi di hadapan rakyat," katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Setya Novanto mengatakan, pernyataan Presiden Yudhoyono soal gajinya yang tak pernah naik selama tujuh tahun, akan menjadi perhatian DPR RI untuk mengevaluasinya.

Menurut dia, Fraksi Partai Golkar akan menindaklanjuti pernyataan Presiden tersebut untuk disampaikan ke komisi di DPR RI. "Pernyataan Presiden Yudhoyono itu bukan dalam konteks meminta kenaikan gaji, tapi DPR harus tanggap untuk menindaklanjutinya," katanya.

Setya Novanto menambahkan, pernyataan yang disampaikan Presiden Yudhoyono itu merupakan ungkapan spontanitas karena saat itu sedang membahas soal komitmen pemerintah untuk menaikkan gaji anggota TNI dan Polri.

Wednesday, January 19, 2011

Wanita Berkerudung Curi Beras 25 Kg

Wanita Berkerudung Curi Beras 25 Kg
PAMEKASAN, KOMPAS.com — Seorang ibu rumah tangga tertangkap warga saat berupaya mencuri beras di salah satu toko di Jalan Raya Panglegur, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (19/1/2011).

"Saya terpaksa mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi," kata perempuan berinisial WH (25), warga Dusun Lebi, Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, ini saat ditanya oleh petugas kepolisian Polsek Tlanakan.

Menurut Edy selaku pemilik toko, upaya pencurian yang dilakukan perempuan tersebut diketahui oleh istrinya.

Pelaku berpura-pura membeli barang dalam jumlah banyak hingga membuat dirinya kebingungan. Bahkan sempat berpura-pura akan menukar uang.

"Setelah saya masuk ke dalam, tiba-tiba dia mencuri beras itu dan yang pertama kali mengetahui adalah istri saya," kata Edy.

Ia menjelaskan, beras yang dibawa tersangka itu 25 kilogram dan pelaku sudah bersiap-siap naik angkot.

Namun, saat itu juga istri Edy langsung berteriak maling dan meminta bantuan sehingga upaya pencurian yang dilakukan tersangka WH dapat digagalkan.

"Warga yang ada di sekitar itu keluar dan menangkap pelaku tersebut," katanya.

Meski sempat ditangkap warga beramai-ramai, WH yang mengenakan kerudung itu masih tergolong mujur karena tidak sempat dihakimi massa, tetapi langsung diserahkan kepada petugas.

Kapolsek Tlanakan AKP Bambang Sugiharto menyatakan, tersangka akan dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun.

Cemburu, Istri Cantik Dihajar Habis

Cemburu, Istri Cantik Dihajar Habis
SAMPANG, KOMPAS.com — Seorang ibu rumah tangga di Sampang, Madura, Jawa Timur, melaporkan suaminya ke polisi dengan tuduhan yang bersangkutan sering melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga.

"Pelapor yang juga merupakan korban kekerasan ini bernama Rokibah (30), seorang ibu dengan satu orang anak, warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota," kata Kepala Satuan Reskrim Kepolisian Resor Sampang Ajun Komisaris Supriyono, Rabu (19/1/2011).

Rokibah mengalami luka lebam di bagian wajah serta luka dalam di bagian paha dan betis akibat tindak kekerasan yang sering dilakukan oleh suaminya, Burali (35).

Pasangan suami-istri yang telah menjalin pernikahan selama sembilan tahun ini sering mengalami konflik lantaran sang suami sering mencurigai istrinya selingkuh dengan orang lain.

"Jadi suami saya itu cemburu, katanya saya ini selingkuh, padahal tidak," kata Rokibah.

Tak tahan dengan perbuatan suaminya yang selalu main kasar, korban kekerasan dalam keluarga ini akhirnya mengadukan suaminya itu ke polisi.

Menurut Ajun Komisaris Supriyono, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan mengumpulkan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku dalam melakukan tindak kekerasan terhadap istrinya.

"Selain melakukan visum, kami juga menyita barang bukti pengepel lantai yang diduga dijadikan alat untuk memukul korban sehingga menyebabkan yang bersangkutan luka lebam," kata Supriyono menjelaskan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi menjerat Burali dengan Pasal 44 Ayat 1 dan Ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Burali, yang merupakan pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan juga suami korban, kini terpaksa meringkuk di ruang tahanan Polres Sampang.

Tuesday, January 18, 2011

Penjahat Kambuhan Berkedok Pengamen Beraksi lagi Di wilayah DKI Jakarta

Penjahat Kambuhan Berkedok Pengamen Beraksi lagi Di wilayah DKI JakartaKOMPAS.com — Di wilayah DKI Jakarta, para penjahat jalanan umumnya adalah penjahat kambuhan. Polisi beberapa kali menangkap dan memenjarakan mereka. Mereka juga berpura-pura menjadi pengamen, tetapi memaksa dan menakut-nakuti penumpang agar menyerahkan uang.

"Saya sering melihat pencopet beraksi, tetapi tidak berani teriak. Takut dikeroyok. Mereka biasanya ramai-ramai,” kata Krisan (21), penjaga toko di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/1/2011).

Krisan setiap hari naik angkutan umum dari rumahnya di Lenteng Agung menuju Blok M. "Biasanya, penjahat seperti itu kalau mengamen menyanyinya tidak jelas, seperti orang menggeram. Mulutnya bau minuman. Lebih baik langsung saya kasih Rp 1.000,” kata Inayah (18), pelajar yang setia naik angkutan umum. Di sakunya selalu ada uang kecil karena cara itu lebih aman ketimbang harus membuka tas atau dompet.

Penjahat jalanan yang berpura-pura mengamen dan meminta uang secara paksa merugikan pengamen. Feri (19), pengamen yang biasa mangkal di Slipi, Jakarta Barat, menuturkan, kini banyak pengamen di bus yang menyanyi tanpa diiringi alat musik.

"Mereka hanya pidato, mengatakan baru keluar dari penjara atau sejenisnya, dan minta uang kepada penumpang," ujar Feri.

Beberapa waktu lalu, seorang pengamen orasi tewas karena luka tusuk setelah dikeroyok penumpang dan dilempar dari bus. Dalam keadaan mabuk, dia memaksa meminta uang.

Kecopetan

Survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) kepada 3.000 penumpang bus transjakarta menunjukkan, ada 1,57 persen responden pernah kecopetan, sementara 1,24 persen responden mengalami pelecehan seksual.

Kejahatan serupa terjadi pada jenis angkutan lain. Kepala Polsek Senen Komisaris Ari Wibowo mengatakan, ada dua penjambret di bus tertangkap. Pelaku berinisial S dan KT itu ditangkap dalam razia Sabtu lalu. "Ketika itu ada anggota kami melihat pelaku berdiri di pintu metromini. Keduanya membawa senjata tajam," kata Ari.

Keduanya pernah ditahan delapan bulan, juga untuk kasus penodongan. Setelah keluar dari penjara, mereka mengaku sering menodong di bus. Mereka beraksi mulai dari Terminal Senen.

Penodongan juga pernah terjadi di bus Mayasari Bakti yang melintas di Jalan Letjen Suprapto. Polsek Kemayoran menahan tiga penodong di dalam bus.

Kejahatan juga terjadi di kereta rel listrik. Nurcahyo, moderator mailing list Krlmania, mengatakan, pengguna KRL kerap menemui kasus itu. Penjahat mengincar orang yang baru sekali atau beberapa kali naik KRL.

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Gatot Edy Pramono mengatakan, tingkat kejahatan jalanan di wilayahnya tergolong rendah jika dibanding dengan kawasan lain di Jakarta.

"Pencurian selalu ada. Kejahatan lain, seperti penodongan, pencopetan, dan pemalakan di jalan atau angkutan umum tetap ada," katanya.

Kepolisian Resor Metro Khusus Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, menangkap dua pembius, yakni Hendra alias Cungkring (35) dan Sarifudin alias Udin (37). Polisi masih memburu dua pelaku lainnya, yakni DV dan ED.

Mitsubishi Motors Corp (MMC) akan memproduksi mobil murah

Mitsubishi Motors Corp (MMC) akan memproduksi mobil murahKOMPAS.com — Mitsubishi Motors Corp (MMC) tak mau ketinggalan sama Toyota, Honda, dan Nissan dalam memproduksi mobil murah. MMC telah memunculkan konsepnya di internet yang diberi nama Mitsubishi Concept Global Small (MCGS). Kendaraan ini akan memperlihatkan wujudnya pada Genewa Motor Show, berlokasi di Geneva Palexpo, 1-13 Maret 2011.

Dalam keterangan resminya (19/1/2011), MCGS dijadwalkan mulai diproduksi Maret 2012 di pabrik ketiga yang masih dalam proses pembangunan di Thailand. Mitsubishi mengklaim hatchback 5-penumpang ini menawarkan kemampuan manuver yang baik dan kemudahan opersional atau user friendly. Selain itu, juga irit dan memiliki gas buang karbondioksida yang rendah, sekitar 90g/km.

Mitsubishi membekali MCGS dengan mesin 1.000 cc dan 1.200 cc dengan sistem idling stop—teknologi mematikan mesin saat mobil berhenti lebih dari beberapa waktu—untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Kelebihan lain, bentuk bodi sangat aerodinamis termasuk penggunaan CVT generasi baru, rem, dan pemilihan ban. Semua demi tercapai kata eco alias ramah lingkungan.

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, ATPM Mitsubishi di Indonesia sudah menyatakan keinginannya memboyong produk tersebut jika sudah diproduksi.