Showing posts with label Hukum. Show all posts
Showing posts with label Hukum. Show all posts

Saturday, June 18, 2011

Teens Convicted Thief song Lady Gaga

Teens Convicted Thief song Lady Gaga
Kocim news - Duisburg: A 18-year-old hacker who stole a song from a number of artists, including Lady Gaga, sentenced to confinement for 18 months in Germany. The court listened to how the teenager who called himself DJ Stolen money it received more than 15,000 euros in a manner that violates copyright laws and steal personal information a number of famous singers.

That hackers using phishing e-mail messages or fishing and Trojan virus software to steal the songs that have not been released and then sell it on the internet. Antipembajakan teams in Germany and the UK see more and more number of songs not yet released a leaked much earlier than usual.

He once stole the song artist like Lady Gaga, Justin Timberlake, Leona Lewis, Kesha, and Mariah Carey from 2009 to 2010. The teenager, who in court called Deniz A because of his young age, also found guilty of stealing personal photographs from the computer Kesha nasty.

Courts in the City of Duisburg, Germany, also heard that the teenager wrote a letter of apology to Lady Gaga, published in German newspaper Bild Daily as saying: "Lady Gaga is good, I am ashamed of what I did. I do not think in advance about consequences. "

The judge considered that the teenager was driven more by a desire for recognition rather than by malice. The young man was also ordered to receive treatment for Internet addiction. (BBC Indonesia / ADO)

[via - liputan6]

Sunday, April 3, 2011

Inilah Foto-foto Fransiska Cewek jadi-jadian

Inilah Foto-foto FransiskaKocim news - Beredar di dunia maya, foto Rahmat Sulityo alias Fransiska Anatasya Oktaviany. Salah satunya, foto Fransiska berjilbab.

Ada empat foto yang beredar. Pertama, Fransiska memakai baju batik warna merah dan berjilbab warna hitam. Kedua, sedang memakai wig dengan model rambut panjang dan berbaju putih.

Ketiga, foto Fransiska memakai bando warna biru. Terakhir, foto Fransiska memakai topi warna biru dan berjaket warna merah.

Fransiska terjerat kasus pemalsuan identitas dan kini ditahan di Polsek Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Ia dilaporkan oleh suaminya sendiri Umar, warga Bojongsari, Bekasi.

Fransiska Anatasya Oktaviany menikah dengan Umar akhir September 2010. Perkenalan Fransiska dengan Umar bermula dari Facebook pada Agustus 2010.

Selama perkenalan, Umar tidak menyadari kalau Fransiska adalah laki-laki. Fransiska memakai jilbab untuk menutupi identitas aslinya sebagai seorang pria. Ketika proses pernikahan, Fransiska meminta salah satu temannya untuk mengaku sebagai orang tua kandung.

Identitas asli Fransiska terbongkar setelah sang suami dan warga sekitar curiga melihat Fransiska, yang di dagu tumbuh jenggot dan jalannya pun bak laki-laki.

[via - inilah

Wednesday, March 30, 2011

Selama 3 Tahun Melinda Leluasa Kuras Citibank

Selama 3 Tahun Melinda Leluasa Kuras CitibankKocim news - Tersangka penggelapan uang nasabah Citibank, Inong Melinda alias Melinda Dee (47 tahun), diduga telah melakukan kejahatannya selama tiga tahun.

Perempuan yang semula disebut berinsial MD itu pernah menjabat Relationship Manajer Citibank. Ia diperkirakan telah mengabdi pada perusahaan perbankan asing itu selama 20 tahun. Tak heran jika ia memahami seluk-beluk perusahaannya, dan mampu menguras dana nasabah hingga belasan miliar rupiah. "Dia sudah menggelapkan dana nasabah selama tiga tahun," kata Anton di Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis (31/3/2011).

Kejahatan Melinda terungkap dua pekan lalu, saat tiga korbannya termasuk Citibank melapor ke Badan Reserse dan Kriminal Polri. Para korban Melinda merasa dirugikan oleh Citibank, karena uangnya raib dari akun rekening banknya. Diduga uang itu digelapkan oleh Melinda dengan cara melakukan transaksi pemindahan uang secara tidak sah.

Melinda tidak sendiri dalam melakukan kejahatannya, dia dibantu oleh para pegawai Citibank lainnya yang menjabat sebagai teller dengan inisial D, dan beberapa orang lainnya yang belum terungkap. "Ada dugaan masih ada pemain lain, karena dia tidak mungkin melakukan sendiri, masih kami dalami," ujarnya.

Penyidik Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri telah mengamankan dua mobil mewah Melinda, yakni Hummer 3 putih B 18 DIK atas nama suaminya, Andhika Gumilang (22), dan sedan Mercedes Benz yang dikendarai anaknya. Selain itu, bukti-bukti dokumen transaksi keuangan yang diduga tidak sah juga telah diamankan penyidik, sebagai bukti kejahatan Melinda.

Tak hanya itu, Melinda juga diduga mengalirkan uang kejahatannya ke perusahaan pribadinya. Namun Anton tidak menjelaskan perusahaan Melinda bergerak di bidang apa. "Yang pasti ada di Jakarta," ujarnya.

[via - inilah]

Poppy Dharsono Kembali Dilaporkan ke Polisi

Poppy Dharsono Kembali Dilaporkan ke PolisiKocim news - Perancang busana Poppy Dharsono kembali dilaporkan adik kandungnya, Dadang ke Polda Metro Jaya. Poppy dituding memalsukan surat adopsi dan tanda tangan palsu.

Istri siri mantan Mensesneg Moerdiono tersebut dilaporkan ke SPK Polda Metro Jaya yang tercatat dengan Nomor : TBL/1155/III/2011/PMJ/Dit. Reskrimum.

"Kita ke sini untuk membuat pengaduan mengenai pemalsuan tanda tangan oleh ibu Poppy, yang mana pemalsuan tersebut telah dipergunakan dalam persidangan di PN Jaksel pada tahun 2004," ungkap kuasa hukum Dadang, Junimart Girsang saat dijumpai di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/3).

Surat yang dipalsukan tersebut menurut Dadang menyatakan bahwa ia menyetujui adanya adopsi atau hak pengasuhan Gadis. Sementara Dadang merasa tidak pernah tanda tangan dan menyetujui soal adopsi tersebut.

"Ternyata Poppy sudah memberikan pernyataan melalui surat palsu, untuk mendasari surat itu (hak asuh anak) isinya tidak benar, dan tanda tangan pak Dadang juga dipalsukan," paparnya.

"Ini yang saya laporkan ke Polda Metro Jaya, bahwa ibu Poppy telah mempergunakan surat itu, bahkan ke depan persidangan," imbuhnya.

[via - inilah]

Wednesday, March 23, 2011

Komik Strip Internet Explorer 9 vs Firefox 4

Komik Strip Internet Explorer 9 vs Firefox 4
Kocim news - Ada jokes klasik di kalangan web-designer terkait persaingan browser internet. Mungkin karena sering bermasalah dengan Internet Explorer, setiap fresh installment (Windows) pasti si browser IE hanya digunakan untuk mendownload installer Firefox.

Tapi sepertinya jokes di atas lama-kelamaan mulai berkurang seiring dengan perbaikan pesat Internet Explorer. Bukan bermaksud mengungkit-ungkit zaman perang browser, tapi terpaut beberapa hari setelah IE 9 dirilis, si Firefox 4 yang dinanti juga hadir. Tentu saja head-to-head dan komparasi hangat muncul lagi bukan?

Bukan hanya membandingkan jumalh download mana yang lebih banyak antara IE 9 atau Firefox 4. Komparasi semodern dan sejauh mana masing-masing browser siap menyongsong HTML5 dan CSS3 juga bakal mengemuka. Kombinasi fitur yang paling efektif dan efisien akan menjadi taruhan.

sumber http://chickenstrip.wordpress.com/

Monday, March 14, 2011

Masuk Rehabilitasi, Andika "Kangen Band" Sakit Gigi

Masuk Rehabilitasi, Andika Kocim news - Dua personel Kangen Band, Andika (vokal) dan Izzy (keyboard) akhirnya menjalani proses rehabilitasi narkotika di Unit Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional di Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/3/2011). Baru memasuki hari pertama rehabilitasi, Andika dikabarkan langsung jatuh sakit. Penyebabnya?
"Dia sakit gigi," ujar Drg Vina Tauria saat ditemui di Unit Terapi dan Rehabilitasi BNN.

Dikatakan Vina, Andika sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya kurang baik. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, pihak dokter mendapatkan gigi geraham atas dan bawahnya mengalami pembengkakan.

"Tadi ketika kita detoxifikasi, dia mengeluhkan enggak enak badan. Setelah diperiksa, memang dia lagi bener-benar nge-drop," ujarnya.

Vina membantah jika keluhan sakit yang dialami Andika berkaitan dengan kecanduannya terhadap narkoba. "Enggak dia memang sakit gigi. Mungkin juga karena kelelahan setelah menjalani pemeriksaan yang cukup lama kemarin, makanya dia kelelahan, capai dan akhirnya sakit," ujarnya.

Seperti diberitakan Andika bersama Izzy dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis ganja setelah menjalani tes urine di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur.

Andika dan Izzy diamankan aparat pada Sabtu (12/3/2011) dini hari di markas mereka di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Selain mereka, polisi juga sempat mengamankan beberapa rekan lainnya di lokasi yang sama. Namun setelah menjalani pemeriksaan, hanya Andika dan Izzy yang dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis ganja.

Kepala Bagian Humas BNN Sumirat Dwiyanto mengatakan di lokasi penangkapan ditemukan barang bukti sekitar lebih kurang 40 gram ganja kering dan tiga pot ganja setinggi 4 sentimeter.

"Sejauh ini mereka korban dan akan dilakukan rehabilitasi," ujarnya kepada pers sebelum mengirim Andika dan Izzy ke pusat rehabiliotasi di Lido, Sukabumi, Senin (14/3/2011) siang.

Sunday, March 13, 2011

Terkuak!! Kematian Tragis Artis Cantik Yang Dijadikan Budak Seks 31 Pria

Terkuak!! Kematian Tragis Artis Cantik Yang Dijadikan Budak Seks 31 Pria
Kocim news - Meski telah dua tahun berlalu, publik masih penasaran dengan apa yang menjadi penyebab aktris Korea, Jang Ja Yeon, memutuskan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Perlahan-lahan penyebab kematian aktris tersebut memang kini mulai terkuak. Pada 6 Maret lalu ‘The 8 O’Clock News’ yang ditayangkan SBS mengungkapkan jika selama ini Jang Ja Yeon dipaksa untuk melayani nafsu birahi 31 orang pria. Fakta itu terungkap setelah adanya dokumen yang ditulis tangan sendiri oleh Jang Ja Yeon.

Jang Ja Yeon, meninggal dengan tragis gantung diri karena dijadikan budak seks para pria

Hal itu ternyata membuat artis cantik ini merasa lelah dan frustasi karena dijadikan budak seks bagi para orang-orang penting yang memiliki pengaruh di dunia hiburan di negeri Ginseng tersebut. Diyakini hal itulah yang membuat Jang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan tragis. Ia sepertinya sudah tak sanggup lagi menanggung beban hidupnya yang pahit tersebut. Apalagi, selama ini, ia juga harus menjalani kehidupan yang berat dan menyedihkan karena ditinggal mati orangtuanya.

Orangtua Jang meninggal dunia karena kecelakaan mobil yang terjadi pada tahun 1999 lalu. Sejak ditinggal orangtuanya, artis kelahiran 8 Desember 1982 ini hidup bersama dengan adik dan kakaknya. Jang memang memiliki keinginan yang kuat untuk berkarir di dunia entertainment. Ia mulai mencoba untuk menembus kerasnya persaingan di industri hiburan di negaranya tersebut.

Dengan berbekal kemauan yang keras, usaha Jang Ja Yeon tak sia-sia. Ia memulai karirnya sebagai artis dengan membintangi iklan di televisi. Wajahnya yang cantik membuat ia mendapatkan tawaran untuk membintangi serial drama. Lompatan terbesar dalam karirnya adalah saat ia mendapatkan peran di drama ‘Boys Before Flowers’ yang memasang wajah Lee Min Ho sebagai pemeran utama. Di serial yang dibuat berdasarkan cerita dari Jepang ‘Hana Yori Dango’ ini, Jang berperan sebagai Sunny. Sunny adalah salah satu trio yang selalu memusuhi dan iri dengan pemeran utama wanita di serial tersebut.

Kematian Jang Ja Yeon akhirnya tersibak, artis cantik tersebut tidak kuat dijadikan budak nafsu seks 31 pria Setelah itu, artis yang menutup mata pada usia 26 tahun ini kembali mendapatkan tawaran untuk membintangi film. Tidak tanggung-tanggung, Jang mendapatkan dua film sekaligus. Pada saat kematiannya, sebenarnya Jang sedang menunggu dua filmnya yang akan segera dirilis. Ia berakting untuk film ‘They Are Coming’ dan ‘Penthouse Elephant’.

Dari tulisan yang dibuatnya sebelum ia bunuh diri diketahui jika kerjasamanya dengan manajemen artis yang menaungi Jang tidak berjalan mulus. Diketahui Jang menghadapi kesulitan saat merintis karirnya sebagai artis. Manajemennya diduga telah memanfaatkan dan menuntut Jang untuk melayani para pria yang memiliki pengaruh dalam industri hiburan Korea dengan alasan untuk memuluskan karirnya sebagai artis. Ia dipaksa tunduk pada peraturan tersebut.

Sebelum kematiannya, artis ini diketahui menderita depresi sampai harus mendapatkan perawatan medis selama satu tahun. Sebelum ditemukan bunuh diri di kamarnya, di rumahnya di kawasan Bundang Seongnam, pada 7 Maret 2009 lalu, sang kakak mengungkapkan adiknya itu sempat mengeluh jika ia mengalami stres berat dan ingin mati. Ia mengatakan hal tersebut kepada kakaknya melalui sambungan telepon.

Setelah tak bisa ditelepon, kakaknya memutuskan untuk pulang ke rumah dan menemukan tubuh Jang yang telah tergantung di kamarnya. Kematian Jang dipercaya karena bunuh diri. Tetapi, catatan yang dibuat Jang membuat polisi melakukan investigasi ke kantor manajemennya. Polisi menangkap mantan manajer Jang, Kim Sung Hoon di Jepang. Kim Sung Hoon membantahnya. Tetapi polisi tetap menjalani proses penyelidikan. Dan ia dihukum percobaan penjara selama 2 tahun dan harus menjalani pelayanan masyarakat selama 160 jam.

Saturday, March 12, 2011

Kisah Lengkap Penangkapan Kangen Band Cs

Kisah Lengkap Penangkapan Kangen Band CsKocim news - Badan Narkotika Nasional memeriksa 10 orang yang dibawa dari markas sekaligus rumah dan tempat latihan grup Kangen Band di Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (12/3/2011) dini hari. Dari 10 orang yang dibawa aparat BNN, tiga di antaranya adalah personel Kangen Band.

Di markas grup band itu, petugas BNN menemukan puluhan gram ganja kering yang sebagian sudah dilinting dan tanaman ganja di dalam pot.

Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN Sumirat Dwiyanto, yang dihubungi kemarin, membenarkan adanya penangkapan itu. Menurut Sumirat, 10 orang itu ditangkap karena mereka diduga terkait kepemilikan ganja atau pemakaian narkoba itu. Di antara orang yang ditangkap itu terdapat personel Kangen Band, sisanya adalah kru dan tamu grup band tersebut.

Manajer Kangen Band Sujana yang dihubungi Sabtu malam mengakui, tiga personel band mereka dibawa oleh aparat BNN dari tempat latihan Kangen Band di Cibubur, Jakarta Timur. Ketiga personel itu adalah Andika, Izzy, dan Bebe. ”Tetapi, tadi saya dapat kabar, Bebe sudah boleh keluar. Jadi, yang masih diperiksa adalah Andika dan Izzy,” katanya.

Sujana menyatakan, mereka kaget dan terkejut dengan kejadian tersebut karena tempat latihan itu terbuka dan kerap dikunjungi teman-teman Kangen Band. Akibat penangkapan itu, pihak manajemen kini harus menjadwal ulang rencana manggung grup band tersebut.
Pulang manggung Sebelum ditangkap, Jumat malam lalu Kangen Band mengisi acara di Bekasi. Seusai manggung, Andika dan beberapa personel Kangen Band serta krunya pulang ke tempat latihan mereka di Cibubur.

Menurut Sujana, Andika dan Izzy tinggal di tempat latihan di Cibubur. Malam itu mereka dikunjungi tamu. Sementara Bebe menyusul ke Cibubur malam itu karena akan menyimpan peralatan band.

Dari informasi penyidik BNN, aparat BNN masuk dan memeriksa base camp grup band itu menyusul informasi dan laporan dari warga yang mencurigai pemakaian narkoba di tempat latihan itu. Namun, saat ditangkap di tempat latihan, mereka tidak sedang mengonsumsi narkoba.

Akan tetapi, aparat BNN mendapati barang bukti berupa bungkusan dan lintingan kertas berisi ganja kering di dalam rumah itu. Berat keseluruhan ganja tersebut diperkirakan mencapai 30 gram. Aparat BNN juga menemukan pohon ganja dalam pot di tempat latihan tersebut.

Menurut Sumirat, ke-10 orang itu dibawa ke BNN untuk mengetahui keterlibatan masing- masing. Sebab, saat dilakukan penangkapan, mereka tidak mengonsumsinya, tetapi hanya ada bukti. (COK)

Ada Pohon Ganja di Markas Kangen Band

Ada Pohon Ganja di Markas Kangen Band
Kocim news - INILAH.COM, Jakarta - Polisi menemukan barang bukti 30 gram dan empat linting ganja saat menggrebek markas Kangen Band. Tidak itu saja, polisi juga menemukan tiga pot pohon ganja.

"Di lokasi, kami juga menemukan tiga pot tanaman ganja yang masih kecil, berukuran 3 cm dalam sebuah kaleng cat bekas," terang Suwanto, Kasubdit Interdiksi Udara dan Pelabuhan BNN, saat dihubungi, Sabtu (12/3).

Polisi menggrebek markas Kangen Band di kawasan Cibubur Jakarta Timur pada Sabtu (12/3) sekitar pukul 02.30 dini hari, setelah melakukan pengintaian selama dua bulan. Polisi menangkap 10 orang, enam di antaranya personel Kangen Band.

Menurut Suwanto, polisi mendapatkan informasi dari warga sekitar, bahwa markas Kangen Band sering menjadi tempat ajang pesta narkoba.

"Kami sudah intai selama dua bulan. Saat akan ditangkap, petugas BNN sudah memantau dan menunggu di basecamp. Waktu mereka datang, petugas langsung menciduknya," jelasnya. [fei]

Thursday, March 3, 2011

Ahmad Dhani Tetap Ingin Mediasi dengan Global TV

Ahmad Dhani Tetap Ingin Mediasi dengan Global TVJakarta Dewan Pers berencana mengadakan mediasi antara Global TV dan Ahmad Dhani atas dugaan kekerasan dan intimidasi. Global TV kecewa dengan Dhani, mantan suami Maia itu tetap ingin mediasi.

Karena kecewa, kabarnya pihak Global TV tidak akan datang dalam acara mediasi yang akan digelar esok, Jumat (4/3/2011). Pengacara Dhani, Hermawanto mengaku belum tahu tentang hal tersebut.

"Itu saya belum ngecek apakah benar atau tidak. Karena saya sedang tidak bersama mas Dhani. Kita sih sudah buat kesepakatan dengan Dewan Pers kalau kita besok tetap datang," ujar Hermawanto ketika dihubungi detikhot, Kamis (3/3/2011).

Lewat wawancara dengan Metro TV, Dhani mengatakan tidak mau berdamai. Kabarnya Dhani merampas kaset rekaman video yang dilakukan wartawan Global TV di depan rumahnya. Kala itu wartawan Global TV tengah mengambil gambar terkait isu Mulan Jameela melahirkan.

"Kita tidak punya etika buruk apapun. Kita tidak mau memperpanjang apapun. Kita akan ikuti saja. Karena kita pihak terlapor. Kita akan ikutilah. Yang pasti besok kami akan datang ke Dewan Pers," jelas Hermawanto.

via detikhot.com

Darsem Butuh Uang 4,7 Miliar, Untuk Selamatkan Nyawanya Dari Hukuman Mati

Darsem Butuh Uang 4,7 Miliar, Untuk Selamatkan Nyawanya Dari Hukuman MatiHukuman mati di Arab Saudi terkait kasus pembunuhan majikannya. Hukuman mati akan dibatalkan apabila Darsem membayar 2 juta real atau Rp 4,7 miliar.

Darsem mulai ditahan kepolisian Saudi pada tahun 2007 karena membunuh majikannya asal Yaman yang berdomisili di Saudi. Darsem membunuh menggunakan martil karena membela diri saat akan diperkosa majikannya.

Dukungan dari masyarakat pun mengalir baik materil maupun moril. Di dunia maya dukungan untuk Darsem juga mengalir terbukti akun facebook dengan nama “Selamatkan Darsem” di buat untuk mendukung Darsem terbebas dari hukuman mati.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan dana yang sudah terkumpul dari para donator Rp 2,3 miliar. Dan Kemenlu akan terus berupaya agar Darsem bisa terbebas dari hukuman mati dengan membayar Rp 4,7 Miliar dalam waktu 6 bulan.

“Jangan menyerah Darsem, orang tuamu dan seluruh rakyat Indonesia tidak tinggal diam, dan kamu pasti kembali ke Indonesia amien,” tulis Andry Susilo dalam facebook, Kamis (03/03/2011). Ayo kita salurkan bantuan untuk saudari kita Darsem, agar bisa terbebas dari hukuman mati yang menjeratnya.

Wednesday, March 2, 2011

Pemilik Mobil Ferrari di Bali "Dilirik" Kanwil Pajak

Pemilik Mobil Ferrari di Bali
Banyaknya mobil mewah seperti Ferrari yang berkeliaran di Jalanan Kota Denpasar dan Kuta rupanya menjadi perhatian jajaran Kanwil Pajak Bali karena diduga mobil-mobil berharga miliaran rupiah itu belum tersentuh pajak.

"Kami tengah mendeteksi keberadaan mobil-mobil mewah di Bali, khususnya jenis Ferari dalam kaitan dengan pembayaran pajaknya," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali, Zulfikar Thahar di Denpasar, Rabu (2/3/2011).

Langkah yang dilakukan dengan penelusuran ke Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mobil Ferarri dan Dirlantas Polda Bali, guna memudahkan untuk mendata siapa saja pemilik mobil berlogo kuda jingkrak itu. Sejauh ini dari laporan yang masuk, terdapat Ferari Club di Bali namun mereka belum tercatat telah membayar pajak.

"Saya sering melihat di Kuta, bahkan jika berpapasan dengan mobil Ferari itu, saya langsung catat nomor kendaraannya. Nantinya saya akan tanya Dirlantas siapa sesungguhnya para pemilik mobil tersebut,” katanya.

Setelah bisa memastikan identitas pemilik mobil mewah itu, Zulfikar segera berkirim surat penagihan pajak kepada yang bersangkutan. Jika tak ada tanggapan, pihaknya akan mengirimi surat imbauan agar surat yang telah dikirimi diperhatikan.

“Jika surat imbauan kami tidak digubris, ya akan dilanjutkan pemeriksaan,” tegasnya dalam sosialisasi acara sosialisasi tenggat waktu pembayaran pajak bagi Wajib Pajak (WP).

Dia pun menegaskan, tidak pernah mempersoalkan atau melarang siapapun memiliki kendaraan mewah berbagai jenis, hanya saja ketika menyangkut persoalan pajak, pihaknya akan "all out" memperjuangkan agar kewajiban membayar pajak dilaksanakan.

Terkait kewajiban pajak, bisa dilihat dari melalui Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), menyangkut siapa pemilik mobil mewah tersebut, berkaitan jumlah penghasilan yang didapatnya. Jika didapati selisih antara penghasilan dan nilai kendaraan yang dimilikinya, kata dia, berarti dapat dipastikan ada keterangan penghasilan yang tidak ditulis dengan jujur.

“Jika antara SPT dan nilai kendaraan ternyata tidak berimbang, ya berarti wajib pajak berbohong dalam mengisi SPT. sehingga perlu ditelusuri lagi," tambahnya.

Terkait penelusuran keberadaan mobil Ferari tersebut, sambung Zulfikar, Ditjen Pajak memiliki program pengawasan dan tindaklanjut. Saat disinggung berapa taksiran kerugian ditimbulkan atas kelalaian pembayaran pajak mobil mewah, Zulfikar memastikan tak akan terjadi kerugian.

Zulfikar lantas memberi gambaran bahwa perhitungan pajak kendaraan akan dikalkulasi sejak mulai beroperasi ditambah bunga yang akan dikenakan. “Dari sana, kami akan kejar terus pembayaran pajak pemilik mobil mewah tersebut. Selain harga pokok, kami juga akan kenakan bunga sebesar dua persen,” tutupnya.(ade)

Video 3Gp Baru Remaja Digilir 3 ABG di Gunung

Edan... Remaja Digilir 3 ABG di GunungMADURA- Entah apa yang ada di benak P (17) saat itu. Dia nekat memperkosa bunga (16), pacaranya sendiri, bersama dengan dua orang temannya di Sampang, Madura.

Kepada polisi, P mengaku sebelum melampiaskan nafsu bejadnya, mengajak bunga jalan-jalan ke sebuah wilayah pegunungan yang tidak jauh dari rumah tersangka.

Mereka berdua menaiki sepeda motor bersama dua teman dari pelaku lainnya. Sesampai di lokasi, korban diajak berhubungan badan layaknya pasangan suami istri oleh pelaku.

Karena tidak mau memenuhi nafsu bejatnya, pelaku kemudian memukul pada bagian kepala korban beberapa kali. Dalam kondisi tidak berdaya, korban digagahi secara bergilir oleh ketiga pelaku hingga pingsan.

Usai melampiaskan nafsunya, Korban ditinggal begitu saja di lokasi dan akhirnya ditemukan oleh seorang petani yang hendak mencari rumput sapi di tempat tersebut.

Atas laporan keluarga korban, polisi akhirnya menciduk tersangka P. Sementara dua pelaku lain nya berinisial S dan C, kini menjadi buronan polisi. Ironis nya, para pelaku berumur belasan tahun dan masih tercatat sebagai pelajar SMA.

Kasat reskrim Polres Sampang, AKP Supriyono, mengatakan pemerkosaan ini termasuk sadis karena korban dianiaya terlebih dahulu. Pelaku dijerat pasal 81 undang-undang RI nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak.

“Tersangka dapat diancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Kasus ini pun kini ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan, UPPA Polres Sampang,” tuturnya.

[okezone]

Bupati Sanggau Nonaktifkan Kepsek Cabul

Bupati Sanggau Nonaktifkan Kepsek CabulBupati Sanggau Nonaktifkan Kepsek Cabul, Bupati Sanggau H Setiman H Sudin, menegaskan akan memecat Kepala Sekolah di SMP Parindu berinisial PK, yang menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap sembilan siswinya.

Pemecatan tersebut akan dilakukan Bupati, jika PK dinyatakan terbukti bersalah oleh pihak penegak hukum. "Untuk saat ini kita percayakan semuanya kepada penegak hukum. Biarkanlah mereka bekerja dulu, dan kita tunggu hasil akhirnya. Kalau ternyata yang bersangkutan divonis bersalah, maka kita akan melakukan pemecatan," kata Bupati, saat ditemui di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (2/3).

Seraya menunggu proses hukum, Bupati mengatakan, pihaknya telah menonaktifkan tersangka PK sebagai kepala sekolah, sekaligus tenaga pengajar di SMP tersebut. Hal itu dilakukan, demi kelancaran proses belajar mengajar terutama dalam mempersiapkan murid untuk menghadapi Ujian Nasional (UN).

"Saya sudah perintahkan Kadis Pendidikan untuk menonaktifkan yang bersangkutan. Sementara untuk murid dan para guru di SMP tersebut, saya minta tetap fokus dalam tugasnya masing- masing," pinta Bupati.

Sementara itu, Kapolres Sanggau AKBP I Wayan Sugiri, melalui Kasat Reskrim AKP Fajar Dani SIK, mengatakan, pihaknya akan memeriksa saksi-saksi dari pihak sekolah.
Menurutnya, setidaknya ada lima guru yang akan dimintai keterangan oleh penyidik. Mereka dianggap mengetahui kronologis pencabulan yang dilakukan PK. Saat ini, tambah Fajar, sudah tiga guru diperiksa sebagai saksi.

"Yang sudah kita periksa sebanyak tiga guru, masih ada dua lagi yang belum kita periksa, terkait kasus ini. Tapi dalam waktu dekat pasti akan kita periksa juga. Yang pasti mereka ini kita anggap sebagai orang-orang terdekat korban dan tersangka, sehingga mengetahui kasus ini, meskipun sedikit," ujarnya.

Pemeriksaan tersebut, akan dilakukan secara intensif. "Sebab, informasinya memang sempat ada yang memergoki perbuatan tersangka, dan mengingatkan agar tidak mengulanginya. Untuk hasil pemeriksaan lebih lanjut, sejauh ini belum bisa kita informasikan, karena masih banyak informasi yang harus dikumpulkan," ungkapnya. Bupati Sanggau Nonaktifkan Kepsek Cabul.

Tuesday, March 1, 2011

Lurah di Jatim Wajib Data Jemaah Ahmadiyah

Lurah di Jatim Wajib Data Jemaah AhmadiyahMALANG, KOMPAS.com – Para lurah di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, diwajibkan mendata sekaligus memantau keberadaan jamaah Ahmadiyah di wilayahnya.

Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Malang Dwi Rahayu mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan para lurah di wilayah ini untuk melakukan sosialisasi pendataan dan pemantauan aktivitas jamaah Ahmadiyah.

“Selain itu juga untuk meminimalkan potensi terjadinya konflik horizontal antara warga dengan jamaah Ahmadiyah setelah terbitnya SK Gubernur Jawa Timur tentang larangan aktivitas Ahmadiyah di provinsi ini,” kata Dwi, Rabu (2/3/2011).

Menurut dia, pihaknya meminta agar para lurah nantinya juga melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada tiap RT dan RW di wilayah masing-masing. Kalau memang ada papan nama atau segala sesuatu yang beridentitas Ahmadiyah, segera dilaporkan ke instansi berwajib.

Ia mengakui, hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meminimalkan terjadinya konflik di masyarakat terkait adanya SK Gubernur Jatim terkait larangan aktivitas Ahmadiyah itu.

Apabila ditemukan adanya kelompok Ahmadiyah, diminta untuk segera melaporkan agar ditangani pihak berwajib, sehingga tidak ada tindakan main hakim sendiri danlebih baik dilaporkan kepada pihak berwajib. Baca juga: Indonesia Lolos Sanksi FIFA

Monday, February 28, 2011

Pelaku Pembobolan Bank Berfoto di Atas Tumpukan Uang

Pelaku Pembobolan Bank Berfoto di Atas Tumpukan Uanggambar diatas ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah mencairkan uang transferan dari RS yang tiada lain adalah Costumer Service (CS) Bank Mandiri Jakarta Selatan, JMT, BP, DAL dan IK biasanya berkumpul di rumah JMT dan terkadang mereka berfoto-foto di atas uang yang telah dicairkan.

Hal tersebut diungkapkan Kanit Fismondev Kompol Susatyo Purnomo, menurutnya dalam melakukan aksinya komplotan ini selalu menunggu hasil transferan dari RS.

"Setelah ditransfer, mereka langsung bertemu di bank dan mencairkan uang miliaran tersebut secara tunai. Setelah itu, biasanya mereka langsung berkumpul di rumah JMT. Bahkan, mereka berfoto-foto di atas uang yang mereka cairkan," jelasnya di Jakarta, Senin (28/2/2011).

Seperti diketahui, RS ditakut-takuti JMT yang berprofesi sebagai seorang dukun. JMT mengatakan bahwa suaminya akan meninggal bila tidak menyerahkan sejumlah uang.

RS yang bekerja sebagai Customer Service Bank Mandiri cabang Jakarta Selatan pun membobol rekening nasabahnya senilai total Rp 18,79 miliar.

Modus yang dilakukan tersangka dengan mencairkan enam lembar deposito milik korban berinisial MS senilai Rp11,47 miliar, kemudian tabungan milik DE senilai Rp2,8 miliar dan selembar deposito milik HR senilai Rp3,31 miliar serta tabungan milik OK senilai Rp700 juta dengan total kerugian bank Mandiri sebesar Rp 18.793.500.557.

Coorporate Secretary Bank Mandiri Sukoryanto membenarkan pembobolan rekening nasabah tersebut dilakukan karyawannya RS.

Menurutnya, itu semua adalah hasil penyelidikan dari pihaknya yang bekerja sama dengan polisi. "Bank Mandiri memastikan dana nasabah tetap aman, karena kami tetap menjaga keamanan nasabah kami," kata Sukoryanto

Jelasnya untuk rekening yang terlibat saat ini sudah dibekukan dan pihaknya juga telah menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian.

"Semua rekening yang terlibat sudah kami bekukan, dan semuanya sudah diserahkan ke polisi," tukasnya.

Saturday, February 26, 2011

Perampok Tebas Leher dan Gasak Emas

Perampok Tebas Leher dan Gasak Emas
Kawanan perampok di kawasan perkampungan Nagari Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya, Provinsi Sumatera Barat, berhasil membawa lari emas yang dimiliki Haji Tamsir (56). Kawanan perampok ini membawa lari emas seberat 250 hingga 750 gram.

"Dari informasi korban tadi siang, diketahui bahwa saat kejadian dirinya tengah membawa emas seberat 250 gram - 750 gram," kata Wakil Kepala Polres Solok Kompol Asmar Yunus saat dihubungi Tribunnews.com di Jakarta, Sabtu (26/2/2011).

Menurutnya, emas yang berhasil dibawa kabur ini merupakan hasil penjualan korban. Emas ini dibungkus rapat dalam tas. Polisi tengah mengejar para pelaku perampokan yang ditengarai berjumlah enam orang.

"Informasi sementara saat ini, pelaku berjumlah enam orang. Mereka mengunakan tiga unit motor," ujarnya.

Asmar menambahkan, enam pelaku perampokan ini terlebih dahulu mengintai Haji Tasmir, sebelum kemudian menebas leher Tasmir.

"Mereka ini sebelumnya telah melakukan pengintaian terhadap korban," imbuhnya.

Menyangkut kondisi terakhir korban perampokan, Asmar mengemukakan, para korban tengah menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok.

Sebelumnya diberitakan, Haji Tamsir mengalami luka parah di leher bagian belakang, dan pergelangan tangan kiri. Luka ini disebabkan sabetan clurit dari kawanan perampok. Saat itu, Tamsir yang turut menumpang angkutan umum.

Bukan hanya menggunakan senjata clurit, kawanan perampok ini pun memuntahkan peluru tajam. Tidak mengena Tamsir, peluru ini justru mengena paha kaki kanan gadis berusia 17 tahun, Mega Prasilia.

Thursday, February 24, 2011

Pendukung Nurdin Bagi-bagi Duit Rp 50 Ribu

Pendukung Nurdin Bagi-bagi Duit Rp 50 Ribu
TEMPO Interaktif, Jakarta - Para pendemo pendukung Nurdin Halid merasa tertipu. Pendemo yang didominasi anak anak sekolahan tersebut mengaku tak tahu menahu kalau mereka diajak untuk berdemo mendukung Nurdin.

"Diajaknya sih tadi demo nurunin Nurdin. Di sini malah untuk menghalangi suporter lain masuk stadion. Ini nyuruh kita bentrok," ujar Andri salah seorang bocah asal Jakarta Utara yang diajak demo.

Senada dengan Andri, teman temannya mengamini kalau mereka mendapatkan uang sebesar Rp 50 rebu buat demo. "Dari Jakarta Utara tadi naik 15 bus metromini," ujarnya seraya mengatakan uang tersebut, lumayan untuk main warnet dan membeli chit game buat modal.

Situasi di dalam Stadion Gelora Bung Karno, tepatnya di depan Kantor PSSI yang tadinya dikuasai massa yang pro PSSI sekarang berangsur meninggalkan kawasan Gelora Bung Karno. Sementara pengunjuk rasa berkaos merah yang mendesak Nurdin mundur, pindah ke Kementrian Pemuda dan Olahraga. "Saya gak tau bang, kalau di sini buat dukung Nurdin. Tadinya saya kira buat nurunin Nurdin. Tapi lumayan duitnya," ujar Agun bocah 15 tahun yang ikut demo.

tempointeraktif.com

Biadab, Kakek Ini Mesumi Empat Bocah

Biadab, Kakek Ini Mesumi Empat BocahSeorang kakek, De alias Pa, warga Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau ditangkap polisi karena diduga mencabuli empat orang bocah yang juga tetangganya.

"De saat ini kami amankan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Karimun untuk menghindari amuk massa yang marah terhadap perbuatannya,” kata Kepala Polsek Tanjung Balai Karimun AKP Rimsyahtono di Mapolsek Tanjung Balai Karimun, Kamis (24/2/2011).

Ia menuturkan, pria berusia 45 tahun yang bekerja sebagai buruh pada proyek jalan lingkar Tanjung Balai Karimun itu ditangkap berdasarkan laporan keluarga salah seorang korban, sebut saja Mawar, 7, Rabu malam.

Korban, mengadukan perbuatan tersangka pada 13 Februari yang berbuat tidak senonoh. "Motifnya, tersangka memanggil korban dengan alasan mencabut uban di kepalanya,” tuturnya.

Dia mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi juga terungkap bahwa korban bukan hanya Mawar, tetapi juga tiga bocah SD lain yang juga masih bertetangga dengan tersangka.

"Ketiga bocah itu ada yang kelas 3 SD dan dua lainnya masing-masing empat tahun," ucapnya.

"Saat ini kami masih menunggu visum dari dokter dan pemeriksaan terhadap para korban akan didampingi orang tua,” ucapnya.

Rimsyahtomo menambahkan, tersangka akan dikenai pasal 285 KUH Pidana dan Undang-undang No 12/2003 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan paling lama 15 tahun.

De saat ditemui Mapolres Karimun membantah telah mencabuli empat bocah sebagaimana dilaporkan keluarga salah seorang korban.

"Saya memang ditangkap polisi, tapi saya tidak tahu masalahnya. Tidak benar saya mencabuli empat anak yang masih berusia SD,” katanya.

Ia juga mengaku anak-anak tersebut ia panggil ramai-ramai, sehingga tidak mungkin melakukan perbuatan tidak senonoh.

De nyaris babak belur diamuk massa pada Rabu (23/2/2011) malam, tetapi tersangka berhasil diamankan polisi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Rimsyahtono.

Warga yang gagal menghajar tersangka melampiaskan emosinya dengan melempari rumah tersangka dengan batu hingga kacanya pecah berantakan. Kursi didalam rumah korban juga dirusak.

Monday, February 21, 2011

Banyak Kasus Pajak yang masih Misteri

Banyak Kasus Pajak yang masih Misteri
Melihat banyaknya dugaan kasus penyelewengan pajak yang melibatkan birokrat kecil hingga pejabat tinggi negara, inisiator hak angket pajak Syarifuddin Suding pesimistis Ditjen Pajak akan melakukan audit pajak secara maksimal atas kasus itu.

Ia menilai mencuatnya kasus mafia pajak menunjukkan sumber carut-marutnya masalah perpajakan justru ada di lembaga tersebut. Apalagi, dugaan kasus pajak menyeret birokrat hingga pejabat publik yang dekat dengan pusat kekuasaan.

"Sumber masalah kasus-kasus pajak memang di Ditjen Pajak. Oknum-oknum Ditjen Pajak menggunakan kelemahan sistem dan regulasi perpajakan yang memberikan kewenangan amat besar. Celah kelemahan ini dimanfaatkan oleh oknum aparat Ditjen Pajak untuk memperkaya diri," kata politisi Partai Hanura ini, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (21/2).

Syarifuddin merasa sulit mengharapkan ditjen pajak akan dapat mengaudit bahkan membongkar kasus-kasus pajak besar. Apalagi jika kasusnya sensitif karena menyangkut penguasa.

Seperti diberitakan, hingga kini kasus pengusutan 151 wajib pajak yang ditangani pegawai pajak Gayus Tambunan, serta dugaan penyelewengan pajak yang dilakukan PT Ancora Mining Services (AMS) yang dimiliki pejabat negara tidak kunjung tuntas. Padahal berbagai pihak telah mendesak penuntasan dugaan penyelewengan tersebut, tak terkecuali pihak AMS yang juga telah membuka diri dan menunggu hasil audit pihak Ditjen Pajak.

"Kita tak bisa lagi menunggu pasif langkah pemerintah. Jika menunggu terus, sampai kapanpun kasus-kasus pajak ini tidak akan terbongkar tuntas sampai ke akarnya. Paling yang dikorbankan level pegawai setingkat Gayus Tambunan. Sementara mastermind-nya masih bisa ongkang-ongkang kaki. Untuk itu kami akan terus memperjuangkan supaya hak angket pajak ini dapat segera disetujui," tegasnya.

Syarifuddin mencurigai adanya kemungkinan lobi-lobi kekuasaan yang akan menjegal kasus pajak besar dan sensitif. "Lobi-lobi oleh penguasa seperti halnya Pansus Bank Century itu terbuka kemungkinan. Kalau ada fraksi yang melakukan transaksi politik dengan penguasa, silahkan. Tapi kalau itu terjadi, terkutuklah mereka," ujarnya.