Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Tuesday, October 11, 2011

Google Doodle Hari Ini Hari Ulang Tahun Art Clokey

Kocim - Hari ini tanggal 12 Oktober 2011, Google memperingati hari ulang tahun Art Clokey, seorang seniman asal Amerika Serikat yang menjadi pelopor animasi dengan tanah liat (stop motion clay animation). Warisan besar beliau antara lain berbagai film animasi berbahan tanah liat. Yang unik dari doodle kali ini, anda bisa melihat animasi lempung dengan mengklik 4 bola berwarna disamping kotak berhuruf G. Animasi ini dibangun dengan teknologi HTML5 dan CSS3.

Arthur “Art” Clokey (October 12, 1921 – January 8, 2010) was a pioneer in the popularization of stop motion clay animation, beginning in 1955 with a film experiment called Gumbasia, influenced by his professor, Slavko Vorkapich, at the University of Southern California.

Google Doodle Hari Ini Hari Ulang Tahun Art ClokeyFrom the Gumbasia project, Art Clokey and his wife Ruth invented Gumby. Since then Gumby and his horse Pokey have been a familiar presence on television, appearing in several series beginning with the Howdy Doody Show and later The Adventures of Gumby. The characters enjoyed a renewal of interest in the 1980s when American actor and comedian Eddie Murphy parodied Gumby in a skit on Saturday Night Live. In the 1990s Gumby: The Movie was released, sparking even more interest.

Clokey’s second most famous production is the duo of Davey and Goliath, funded by the Lutheran Church in America.

[via - emka.web.id]

Tuesday, September 20, 2011

@Gilang_Perdanaa

Gilang Perdana - Salah seorang siswa SMA Negeri 6 Jakarta, Gilang Perdana, sempat disebut-sebut sebagai pemilik akun Twitter @Gilang_Perdanaa. Namun, Gilang membantah dirinya adalah pemilik akun itu.

Bantahan Gilang ini disampaikan ke pihak sekolah yang diterima Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus Suradika. "Gilang sendiri mengaku tidak memiliki akun tersebut," ujar Agus saat mengunjungi SMAN 6 Jakarta, Selasa (20/9/2011).

Agus mengakui bahwa Gilang memang mempunyai akun Twitter, tetapi bukan atas nama @Gilang_Perdanaa. Ia pun membenarkan bahwa Gilang Perdana adalah salah satu siswa SMAN 6 Jakarta. "Saya belum bisa menyampaikan jauh lagi. Benar ada siswa kami bernama gilang," kata Agus.
@Gilang_PerdanaaIa mengatakan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sepakat untuk menyerahkan kasus ini ke ranah hukum. Ia menegaskan bahwa siswa yang terbukti terlibat terancam akan dikeluarkan dari sekolah.

"Di sekolah punya standar, kalau siswa sudah punya skor melebihi batas atas keburukannya, maka akan dikembalikan ke orangtuanya," ujarnya.

Gilang yang diduga merupakan pemilik akun @Gilang_Perdanaa menjadi orang paling dicari oleh para pengguna Twitter. Hal ini lantaran "kicauannya" yang bernada penuh kebencian terhadap wartawan terkait kericuhan antara wartawan dan pelajar SMAN 6, Senin (19/9/2011) siang.

Pada akun tersebut, sempat tertulis bahwa ia puas memukuli wartawan. "Gilang" juga mengeluarkan kata-kata makian. Namun, akun itu tak bisa lagi diakses dan akun Gilang pun sempat berganti-ganti nama.

Gilang Perdana, diduga sebagai pemilik akun, juga telah dilaporkan sebagai sebagai pelaku pengeroyokan wartawan yang menjadi korban dalam bentrok itu. Jika terbukti melakukan pengeroyokan bersama-sama, ia bisa dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

[via - kompas.com]

Monday, August 22, 2011

Anna Hazare Profile

Anna Hazare - The elderly social activist whose crusade against corruption has grabbed international headlines and inspired demonstrations throughout India in recent months seems to have come out nowhere. His infectious popularity has surprised many, but Anna Hazare has been agitating for social and political reform for over two decades.



Born Kisan Baburao in 1937 in the town of Bhingar in Maharashtra state, Hazare grew up in the nearby village of Ralegan Siddhi, the eldest of seven children. He attended primary school in Mumbai, where he lived under the care of a relative before leaving school to work as a flower vendor. In 1963, he joined the army and served until the mid- to late-1970s (accounts of when he ended his service vary from — 1975 to 1978).



Anna HazareAccording to the biography on Hazare's website, it was his visits to his home village of Ralegan Siddhi during his military service that opened his eyes to the immense problems of poverty and water scarcity that residents of the drought-prone region faced, and motivated him to return there after he left the military.



Inspired by a water management project in a nearby town, Hazare took up the cause of water conservation and watershed development in Ralegan Siddhi, working with villagers to build trenches and irrigation systems aimed at better harnessing ground and rain water. Over the years, he and his supporters implemented a series of development projects that earned Ralegan Siddhi the label of a "model village" in development circles.



[via - cbc.ca]