Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Wednesday, January 18, 2012

Planet Paling Aneh

Planet Paling Aneh - Banyak planet ekstrasurya ditemukan dan memiliki karakter yang beragam. Beberapa di antaranya punya keanehan, misalnya mengorbit dua matahari. Astronom berhasil meneliti planet 55 Cancri e. Planet itu mengorbit bintang yang jaraknya 40 tahun cahaya dari Bumi, dan ditemukan pada tahun 2004. Ini adalah planet paling aneh.

Planet Paling AnehPenelitian selama beberapa tahun mengungkap bahwa 55 Cancri e masuk kategori super-earth, bermassa 99 kali Bumi. Observasi planet ini dilakukan ketika planet singgah di muka bintang. Diketahui, 55 Cancri e singgah di muka bintangnya tiap 18 jam. Selama ini, astronom menduga bahwa kondisi 55 Cancri e sangat panas dan kejam. Ini karena jarak planet tersebut dan bintangnya sangat dekat, 26 kali lebih dekat jarak Matahari-Merkurius.

Namun, penelitian terbaru menguak bahwa 55 Cancri e tak seperti dugaan. Meski jarak planet dan bintangnya dekat, planet ini memiliki cairan, termasuk air. Cairan di planet ini pun tak seperti yang dibayangkan, bukan berupa samudra seperti di Bumi. Cairan terdapat di dalam, dan merembes keluar lewat batuan.

Adanya cairan ini aneh sebab temperatur permukaan planet ini mencapai 1.000 derajat Celsius. Menurut astronom, kondisi tersebut dimungkinkan karena setiap cairan ada pada kondisi super-kritis, temperaturnya lebih dari titik didihnya (100 derajat untuk air), tetapi tetap berada pada wujud cair. Sebagai hasil dari rembesan air ke permukaan planet, atmosfer planet ini menjadi sangat panas dan beruap. Dan, ini bisa dideteksi dari jarak 40 tahun cahaya.

Penelitian ini dilakukan oleh Brice-Olivier Demory dari Massachusets Institute of Technology dan dipublikasikan di Astronomy and Astrophysics.

Saturday, November 12, 2011

Buaya Purba dari Maroko Sepanjang 11 Meter

Buaya Purba dari Maroko Sepanjang 11 MeterBuaya Purba dari Maroko Sepanjang 11 Meter - Fosil spesies buaya purba ditemukan di Maroko pada awal tahun 2.000-an dan dibawa ke Royal Ontario Museum di Kanada. Setelah satu dekade, palaentolog akhirnya berhasil mengidentifikasi fosil tersebut dan mempresentasikan di Pertemuan Tahunan Masyarakat Palaentologi Vertebrata ke 71 di Las Vegas, AS, minggu ini.

Palaentolog menyatakan bahwa fosil itu adalah buaya purba, diberi nama ShieldCroc. Pemberian nama didasarkan pada karakteristik kepala yang dimiliki buaya itu. Menurut hasil konstruksi, buaya purba itu mempunyai lapisan tulang unik di kepala yang diselimuti oleh pembuluh darah dan lapisan kulit khusus.

Ukuran ShieldCroc lebih kurang 9-11 meter dan tinggal di sungai membuatnya disebut monster sungai. Spesies ini diperkirakan memangsa coelacanth yang berukuran panjang 4 meter. Meski memakan mangsa yang cukup besar, ShieldCroc memiliki rahang yang relatif lemah dibandingkan buaya modern.

Casey Holiday, palaentolog dari University of Missouri yang mengidentifikasi fosil buaya purba itu, mengatakan, "Mereka adalah pemangsa yang cepat, menunggu mangsa datang dan mengambil dengan cepat, menelan dengan mulutnya yang besar dan berbentuk seperti keranjang, seperti cara pelikan menelan."

ShieldCroc diperkirakan hidup 99 juta tahun yang lalu. Berdasarkan hasil perbandingan dengan buaya masa kini—meliputi buaya, kadal, dan aligator—ilmuwan memperkirakan bahwa lapisan yang dimiliki ShieldCroc berfungsi membantu mengontrol temperatur badan dan berkomunikasi dengan individu sejenis lainnya.

Fitur hampir serupa juga dimiliki beberapa buaya modern. Misalnya, buaya Kuba memiliki tanduk di sisi kepalanya, yang pada jantan berfungsi untuk menarik perhatian betina sekaligus mengusir pejantan lainnya. Meski begitu, diketahui bahwa lapisan seperti pada ShieldCroc merupakan satu-satunya yang pernah ditemukan.

Penemuan ShieldCroc mengindikasikan bahwa buaya berevolusi dari wilayah Mediterania. Selain itu, penemuan ini juga menunjukkan keragaman buaya di wilayah lintang selatan Bumi, termasuk Afrika.

"Ini pastinya menunjukkan bahwa Afrika adalah pusat beragam buaya hidup di tempat dan waktu yang sama," kata Holiday seperti dikutip situs National Geographic, Rabu (9/11/2011).

[via - kompas.com]

Wednesday, June 22, 2011

Astronomers have found a nascent star 750 light years from earth

Astronomers have found a nascent star 750 light years from earth
Kocim news - In a process that almost defies adjectives and analogies, each jet of water is the equivalent of a hundred million times the water flowing through the Amazon River every second and the speed of the jet is the equivalent of 80 times the muzzle velocity of an AK-47 assault rifle.

The blast creates huge shockwaves around the star and the process may be responsible for sprinkling the universe with water.

And it could go on for a thousand years in each star. Astronomers think all baby stars go through this process as they form, and that our sun did it too once.
The protostar was found in the Perseus constellation in an object called L1448-MM, seen from the earth to the right of the Pleiades, also called the Seven Sisters cluster of stars, in the constellation of Taurus. It is called a low-mass protostar, meaning it is just beginning to grow into a star.

While jets like that have been seen in other baby stars, astronomers, using the European Space Agency’'s Herschel infrared orbiting telescope were able to measure the flow of the jets using water molecules as the tracer.

Lars E. Kristensen, a postdoctoral student at the Leiden University in the Netherlands, an author of the paper, said that all stars are formed by the accretion of dust and other particles in interstellar space and are eventually surrounded by a disk of material that falls into the star as it builds.

The disks are something like the rings of Saturn but far less well-defined, he said, "more puffy."

Material that is not used by the forming star is blasted back out into space from the poles, perpendicular to the angle of the disks.

"We don’'t know the launching point or the exact launching mechanism," Kristensen said. "There is no self-consistent theory that can explain what we are seeing."

[via - download]

Tuesday, April 12, 2011

Batu Apung Simpan Rahasia Kelahiran Bumi


Kocim news - Meski batu apung terkenal karena mampu membuang kulit kering di kaki, batuan ini ternyata menyimpan rahasia yang lebih penting: proses pembentukan Bumi. Seperti apa?

Profesor Martin Brasier, ahli paleobiologi di Oxford University, Inggris, mengklaim batuan yang diproduksi dari gas vulkanik yang membeku itu bertanggung jawab atas pembentukan kehidupan Bumi sekitar 3,5 miliar tahun lalu.

Teori ini cukup mengejutkan karena Brasier percaya pori-pori di batuan vulkanik itu menjadi lingkungan yang sempurna bagi sel kehidupan awal Bumi.

Selain itu, batuan apung mampu mengapung di seluruh dunia setelah letusan gunung berapi raksasa. Batuan ini bisa menjadi sekoci ‘penyelamat’ makhluk hidup saat bencana.

"Batuan itu dapat bertahan di darat dan laut serta menyediakan ruang udara. Inilah tempat yang optimal bagi perkembangan kehidupan. Selain itu, batuan ini sangat ringan dan berpori sehinga memberikan permukaan relatif bagi pembentukan molekul organik kompleks,” ujar Brasier yang mempresentasikan penemuannya di jurnal Astrobiology.

Pori-pori batu apung juga dilapisi katalis seperti titanium oksida yang digunakan oleh ahli kimia industri saat ini untuk memperbaiki unsur nitrogen pada atmosfer.

[via - inilah]

Wednesday, March 30, 2011

Batu Prasejarah Seempuk mirip Permen Kapas

Batu Prasejarah Seempuk mirip Permen KapasKocim news - Batu di awal-awal terbentuknya sistem tata surya tak sekeras seperti sekarang. Ilmuwan Inggris mengklaim, batu-batu ini lebih mirip permen kapas. Seperti apa?

Studi peneliti Imperial College London (ICL) menyediakan bukti geologis pertama yang mendukung teori sebelumnya menyatakan bagaimana batu-batu di awal pembentukan tata surya terbentuk.

Riset ini juga mendukung gagasan materi keras pertama di tata surya ini sangat rapuh dan berpori seperti permen kapas. Kemudian, batu ini menjadi makin kompak selama masa turbulensi ekstrim dan membentuk batu yang lebih keras untuk membangun blok di planet-planet seperti Bumi.

“Studi kami mayakinkan kami, batu karbon kondrit awal terbentuk akibat turbelensi nebula yang melewatinya miliaran tahun silam,” kata Phil Bland dari Fakultas Sains Bumi ICL.

Peneliti menganalisa fragmen asteroid yang dikenal sebagai meteorit karbon kondrit dari sabuk asteroid Yupiter dan Mars. Awalnya, meteorit ini terbentuk di saat sistem tata surya baru saja terbentuk ketika artikel debu mikroskopik saling bertabrakan dan menyatu.

Peneliti menganalisa jumlah kompresi yang dialami batu yang akan memberi petunjuk struktur rapuh batu awal.

“Menariknya, batu ini memungkinkan kita merekonstruksi akresi dan dampak sejarah materi paling primitif tata surya ini secara detail,” tutupnya.

[via - inilah]

Monday, March 28, 2011

Fosil Tertua di Bumi Ternyata Cuma Kristal Mineral

Fosil Tertua di Bumi Ternyata Cuma Kristal MineralKocim news - Dua puluh tahun lalu, ilmuwan memuji penemuan penting berupa fosil tertua di Bumi yang ditemukan di batuan Australia. Kini, studi mahakarya itu terbantahkan. Kenapa?

Berdasarkan analisis struktur mikroskopis terbaru, batuan yang dianggap mengandung mikroba berusia 3,5 miliar tahun itu ternyata hanyalah serangkaian batu yang berisi kristal mineral.

Penemuan itu menyarankan agar para ahli astrobiologi berhati-hati melakukan labelisasi kehidupan alien pada batu di Mars. Buktinya, ilmuwan masih kesulitan menemukan bukti kehidupan awal di Bumi.

Ahli dari University of Kansas, Amerika Serikat, awalnya tidak percaya dengan keberadaan karbon, materi awal kehidupan, pada batuan di kawasan Apex Chert, Plbara, barat Australia.

Mereka lalu mengiris batuan itu dengan tebal 300 mikron, sekitar tiga kali diameter rambut manusia, lalu mempelajarinya di bawah mikroskop.

Ternyata, bukan karbon yang ditemukan melainkan batuan kuarsa dan mineral haematite.

"Ini merupakan kejadian lucu di dunia ilmu pengetahuaan saat Anda melakukan sesuatu yang bisa mengubah sesuatu 180 derajat. Kami ternyata menemukan sesuatu yang lebih rumit dari dugaan sebelumnya,” ujar salah satu penulis studi, Craig Marshall.

[via - inilah]

Saturday, March 26, 2011

Menakjubkan, Inilah Bintang Mirip Teh Panas

Menakjubkan, Inilah Bintang Mirip Teh Panas
Kocim news - Ilmuwan terkagum dengan keberadaan bintang suram yang ternyata memiliki suhu selayaknya secangkir teh panas. Dua bintang brown dwarf berhasil ditemukan.

Dua bintang ini berhasil ditemukan menggunakan tiga teleskop bertenaga tinggi. Keduanya memiliki ukuran seperti Jupiter, namun memiliki temperatur sekitar 100 derajat Celcius. Ini sama seperti suhu yang digunakan untuk menghangatkan secangkir teh, tulis laporan Daily Mail. Objek itu diberi nama CFBDSIR J1458+1013B.

Dengan teleskop baru yang sangat kuat, ilmuwan mampu melihat bintang yang ternyata lima kali lebih suram dan 130 derajat lebih dingin dari brown dwarf yang pernah ada sebelumnya.

“Kami sangat gembira berhasil menemukan objek dengan temperatur serendah itu. Kami tidak menduga bahwa ada bintang dengan sistem ganda namun memiliki komponen yang berbeda,” kata pengamat bintang Philippe Delorme dari Institut de plantologie et d'astrophysique de Grenoble.

Bintang ini menjadi bukti pertama dari keberadaan bintang jenis baru yang disebut ‘Y Spectra’. Inilah bintang yang memiliki kemiripan dengan planet. Bintang itu pertama kali diidentifikasi oleh astronom di Keck II dan teleskop di Kanada, Prancis dan Hawaii.

Sunday, March 20, 2011

Ini Dia Rekaman Supermoon dari Jogja

Ini Dia Rekaman Supermoon dari JogjaKocim news - Fenomena Supermoon yang membuat orang di berbagai belahan dunia menanti ternyata juga tak ingin dilewatkan oleh Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club (JAC). Ia mengamati dan merekam fenomena tersebut dari markas JAC di Gejayan, Yogyakarta dengan menggunakan teleskop.

Hasil rekaman dipublishnya dalam akun Facebook-nya. Ia mengatakan, "Sebenarnya ini fenomena alam biasa. Kalau dilihat dengan mata telanjang juga tidak akan ada bedanya. Itu mirip seperti membedakan celana ukuran 34 dan 36, kalau tidak dekat melihatnya juga nggak akan kelihatan."

Sebenarnya ia merencanakan untuk menggelar public viewing bersama anggota JAC dan masyarakat. Sayangnya, seperti yang terjadi di Jakarta, Yogyakarta pun dilanda hujan lebat disertai petir. Akhirnya, rencana tersebut pun batal dan akhirnya ia melakukan pengamatan sendirian.

"Akhirnya saya pengamatan sendiri jam 2. Sempat saya rekam juga," katanya. Ketika menggunakan teleskop, perbedaan ukuran barulah terlihat. Menurut publikasi NASA, ukuran Bulan saat perigee (di titik terdekat dari Bumi) hanya 14% lebih besar dibandingkan saat apogee (di titik terjauh dari Bumi).

Mutoha mengatakan, hasil foto dan rekaman yang diambil semalam bisa menjadi bukti otentik ukuran Bulan saat perigee. "Nanti akan kita ambil juga pada saat apogee. Dengan fotometri nanti kita bisa bandingkan ukurannya," kata Mutoha saat dihubungi via telepon hari ini (20/3/11).

Meski semalam merupakan Purnama dan perigee, tak berarti permukaan Bulan tampak lebih jelas. "Justru purnama adalah saat paling tidak bagus untuk observasi. Kawah Bulan justru sulit terlihat," ungkapnya. Jadi, dengan teleskop sekalipun, yang bisa dinikmati hanya ukurannya yang lebih besar.

Meski merupakan fenomena biasa, Mutoha mengatakan bahwa Supermoon bisa menjadikan astronomi semakin banyak peminatnya. Bagi yang tak sempat menyaksikannya, berikut merupakan hasil rekaman Mutoha. Karena cuaca sedang tak baik, maka sesekali Bulan tampak tertutup awan tipis. [ Rekaman Lihat disini - kompas.com ]

Saturday, March 19, 2011

Supermoon adalah fenomena ketika Bulan tampak lebih besar dari biasanya

Supermoon adalah fenomena ketika Bulan tampak lebih besar dari biasanyaKocim news - Ups, ini bukan Superman. Ini adalah "Supermoon". Supermoon adalah fenomena ketika Bulan tampak lebih besar dari biasanya akibat kedekatannya dengan Bumi. Supermoon akan bisa dilihat Sabtu (19/3/2011) malam. Bulan akan tampak 7% lebih besar dari biasanya.

Supermoon sendiri bukanlah istilah dalam astronomi, melainkan dalam astrologi. Kalangan astrolog biasanya mengidentikkan supermoon dengan kekuatan jahat atau bencana. Seorang astrolog bernama Richard Nolle misalnya, memperkirakan bahwa supermoon kali akan menimbulkan bencana gunung berapi dan badai.

Kabar yang beredar di internet juga menyebut bahwa supermoon yang akan terjadi esok berkaitan dengan bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang Jumat (11/3/11) lalu. Namun hal tersebut ditampik oleh para astronom dengan mengatakan bahwa efek Supermoon sangatlah kecil.

Dalam dunia astronomi, Bulan bisa berada di titik terjauh dan terdekat dengan Bumi. Titik terjauh dikenal dengan apogee sementara titik terdekat dikenal dengan perigee. saat bulan mencapai titik terdekat atau perigee inilah fenomena yang dikenal dengan supermoon terjadi.

Publikasi space.com menyebutkan, Bulan akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi dalam kurun waktu 18 tahun terakhir. Bulan "hanya" 356,577 kilometer dari Bumi. Ini 30.000 kilometer lebih dekat dengan jarak rata-rata Bumi-Bulan biasanya yang berkisar 382.900 km.

Berdasarkan waktu Indonesia, jarak terdekat Bumi-Bulan tersebut akan terjadi pada Minggu (20/3/11) dini hari pada pukul 02.10 WIB. Puncak purnamanya sendiri bisa dinikmati pukul 01.11 atau 59 menit sebelum jarak terdekat Bumi-Bulan dicapai.

Bulan yang istimewa ini takkan bisa dinikmati langsung dengan mata telanjang. Untuk membedakan "kegemukannya", harus digunakan teleskop. Untuk menikmatinya pemandangan terbaik ini, seseorang juga mesti memlih lokasi yang lapang dan gelap hingga cahaya Bulan bisa lebih terang.

Akibat kedekatannya, maka Bulan akan sedikit memengaruhi kondisi di Bumi. Misalnya meningkatnya gelombang pasang yang terjadi akibat gaya tarik Bulan yang sedikit lebih besar. Bagi nelayan, kondisi ini perlu diwaspadai dan sebaiknya tak melaut.

Pengaruh lain adalah meningkatnya aktivitas seismik dan gunung berapi. Namun, sekali lagi efeknya sangat kecil. Jim Garvin dari Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt bahkan mengatakan, "Super dalam Supermoon hanyalah karena penampakan yang lebih dekat."

Apapun itu, menikmati fenomena alam yang jarang terjadi tentunya mengasyikkan. Apalagi bisa mengetahui "super"-nya Bulan Purnama. Selamat menanti Supermoon...

Friday, March 4, 2011

Aneh !! Tiga Kapal Induk Alien Menuju Bumi

Aneh !! Tiga Kapal Induk Alien Menuju BumiNASA, SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence), sebuah organisasi nonkomersial yang independen, merilis pernyataan sensasional yaitu tiga pesawat ruang angkasa raksasa sedang menuju Bumi. Salah satu yang terbesar dari pesawat itu mempunyai lebar adalah 240 kilometer. Dua pesawat lain lebih kecil. Saat ini, objek berada di luar orbit Pluto.

Pesawat alien ini terdeteksi oleh sistem pencarian HAARP. Sistem, yang berbasis di Alaska, yang dirancang untuk mempelajari fenomena atmosfir. Menurut peneliti SETI, objek luar angkasa ini akan terlihat di teleskop optik segera setelah mereka mencapai orbit Mars. Pemerintah AS dilaporkan telah menerima informasi dan diperkirakan Kapal-kapal akan mencapai Bumi pada bulan Desember 2012.

Perkiraan waktu kedatangan membawa pikiran tentang kalender Maya, yang berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Apakah itu hanya kebetulan? Kemungkinan besar, Meskipun, peneliti SETI juga bisa dianggap aneh karena selama mereka meneliti selama 50 tahun mereka belum menemukan hasil.

Namun demikian, manusia termasuk baru mulai menjelajahi ruang angkasa. “Kami hanya pendatang baru di dunia ini besar dan belum diselidiki. Banyak yang percaya bahwa ada peradaban lain di samping ruang peradaban kita sendiri. “ demikian ilmuwan SETI.
Rumor mengatakan bahwa Amerika menyembunyikan banyak informasi tentang temuan di Bulan. Pada tahun 1988, seorang pejabat China terkemuka, anggota program luar angkasa, meluncurkan gambar jejak kaki manusia di permukaan bulan. Pejabat itu menyatakan bahwa ia telah menerima informasi dari sumber yang dapat dipercaya dan menuduh Amerika menyembunyikan informasi tersebut. Foto-foto itu mulai tanggal 3 Agustus 1969 – dua minggu setelah Armstrong dan Aldrin melangkah ke permukaan Bulan pada tanggal 20 Juli 1969.

Pada tanggal 15 Maret 2009, The New York Times membuat sensasi lain. Pejabat China yang sama, Mao Kan, menyatakan bahwa ia telah memperoleh lebih dari 1.000 foto NASA rahasia tidak hanya foto-foto yang menggambarkan jejak kaki manusia, tetapi bahkan bangkai manusia di permukaan Bulan. Beberapa tulang pada bangkai hilang, kata pejabat itu. Mayat manusia dijatuhkan di Bulan dari pesawat ruang angkasa asing, sedangkan makhluk luar angkasa menyimpan beberapa contoh jaringan untuk penelitian.

Foto-foto itu diambil olehpesawat pengamat bulan. Ketiadaan udara memungkinkan untuk menangkap rincian dari orbit lunar. Gambar-gambar dari karkas itu sangat jelas.
Dr Ken Johnston, mantan Manager Data dan Foto Kontrol Departemen di NASA Lunar Laboratorium, mengatakan bahwa astronot telah menemukan dan memotret reruntuhan kuno buatan di Bulan. Seharusnya, astronot AS telah melihat mekanisme yang tidak diketahui di Bulan. Namun data itu disembunyikan oleh pemerintah AS.

Apakah ini HOAX?

[sumber NASA]
via duniaberbicara

Bulan Akan Sangat Dekat dengan Bumi pada 19 Maret 2011

19 Maret, Bulan Akan Sangat Dekat dengan Bumi{Pada 19 Maret 2011, Bulan akan berjarak sangat dekat dengan Bumi. Jarak terdekat dalam 18 tahun terakhir.

Pada tanggal itu, bulan akan berjarak 356.577 kilometer dari Bumi. Sebelumnya, jarak terdekat Bulan ke Bumi adalah 363.104 kilometer. Jarak terdekat Bulan ke Bumi ini dikenal dengan nama "lunar perigee". Pada saat ini, bulan akan tampak lebih besar daripada biasanya.

Kebalikan dari lunar perigee adalah lunar apogee. Pada saat itu, bulan berada pada jarak paling jauh dengan Bumi. Pada saat perigee, bulan tampak lebih besar sekitar 14 persen dibandingkan pada saat apogee.

Ganggu Iklim?Prediksi kedekatan Bulan itu akan mengganggu pola iklim Bumi bermunculan. Akan tetapi, ilmuwan tidak yakin dengan prediksi tersebut. "Tidak akan ada gempa atau letusan gunung api yang berhubungan dengan lunar perigee," tegas Pete Wheeler dari International Centre for Radio Astronomy. "Efeknya paling hanya air pasang yang lebih tinggi dan air surut yang lebih rendah. Tapi itu bukan hal besar," tambahnya.

Beberapa bencana besar memang pernah terjadi pada saat lunar perigree, seperti hurikan di New England, AS, pada 1938 atau banjir Hunter Valley, Australia pada 1955. Hurikan Katrina pada 2005 juga terjadi pada saat posisi Bulan dekat dengan Bumi.
Astronom David Reneke membantah kalau kejadian-kejadian tersebut dipicu oleh posisi Bulan. "Semua kejadian bisa saja dihubung-hubungkan dengan posisi benda-benda langit... komet, planet, matahari," katanya. (Sumber: Lunar Planner, News.com.au)

Thursday, March 3, 2011

Wow !! Manusia Ternyata Bisa Mempunyai Tangan Tiga Buah

Wow !! Manusia Ternyata Bisa Mempunyai Tangan Tiga BuahManusia Ternyata Bisa Mempunyai Tangan Tiga Buah Takdirnya, manusia hanya punya dua tangan. Namun, otak manusia ternyata dirancang lebih canggih dan bisa mengatur lebih dari dua tangan. Kemampuan otak tersebut kelak dapat dimanfaatkan di masa depan untuk berbagai keperluan, seperti pengaturan kontrol barang-barang mekanik dan sejenisnya.

Dahulu, para ilmuwan menduga bahwa otak hanya dapat mengenali anggota badan yang ada di tubuh manusia. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa otak pun dapat mengatur lebih dari yang ada di tubuh.

Tim peneliti Swedia dari Medical University Karolinska Intitute melakukan percobaan untuk menguji apakah otak benar-benar mempersepsi dan memahami cetak biru semua anggota badan melalui respons psikologi dan fisiologi.

Pada serangkaian eksperimen yang melibatkan 154 responden yang sehat, para ilmuwan berhasil mengelabui otak untuk menerima tangan ketiga sebagai anggota badan. Caranya adalah dengan meletakkan tangan kanan responden di sebelah tangan kanan palsu yang sangat mirip dengan tangan sungguhan.

Menciptakan perasaan memiliki tangan ketiga ternyata semudah memberikan rangsangan yang sama, baik pada tangan kanan responden maupun tangan palsunya. Para ilmuwan melakukannya dengan menyentuh kedua tangan di tempat yang sama dengan dua kuas kecil secara bersamaan. Ketika memprosesnya secara visual, otak mengalami konfilk yang membuatnya menghasilkan respons tak terduga: menganggap kedua tangan tersebut sebagai bagian dari anggota badan yang sama.

Mereka semakin yakin ketika melakukan uji berikutnya dengan menggunakan pisau. Sebilah pisau digunakan untuk mengancam tangan responden. Kemudian, para peneliti mengukur keringat yang dikeluarkan responden setelah mengancam tangan mereka. Mereka melihat aktivitas otak terhadap reaksi defensif yang berbeda.

Respons fisiologi (berupa keluarnya keringat) dengan respons psikologi ("duh, ilmuwan ini akan menusuk tanganku!") yang muncul pada responden nyaris sama ketika peneliti mengancam, baik tangan sebenarnya, maupun tangan palsu. Otak ternyata tidak bisa membedakan kedua tangan tersebut saat terjadi ancaman terhadap suatu anggota badan.

Penelitian ini menghasilkan titik cerah mengenai cara otak manusia mempersepsikan anggota badan. Oleh karena itu, para peneliti menduga pada titik tertentu, manusia memiliki kemungkinan untuk mengontrol anggota badan mekanis agar lebih sempurna di masa depan.

(National Geographic Indonesia/kompas)

Sunday, February 27, 2011

iPhone, Saksi Bisu Peluncuran Pesawat Antariksa

iPhone, Saksi Bisu Peluncuran Pesawat Antariksa
Ini adalah rekaman video via ponsel paling spektakuler yang dilakukan penumpang penerbangan pada peluncuran pesawat antariksa Discovery. Seperti apa?

Saat pesawat paling sering menjelajah luar angkasa ini mengorbit untuk terakhir kali pada Kamis lalu, Neil Monday, 25, secara tidak sengaja berhasil merekam tampilan gambar secara langsung dengan smartphone iPhone miliknya.

Awalnya, pengembang software yang bekerja di University of Central Florida, Orlando, ini akan pulang ke rumah keluarganya di Richmond, Virginia, untuk menghadiri pernikahan saudara laki-lakinya. Namun penerbangan Monday tertunda selama dua jam.

Pada akhirnya, Monday tidak mengeluh karena ia mendapatkan kesempatan langka merekam peristiwa unik. Ia berhasil merekam peluncuran pesawat luar angkasa dari pesawat yang ia tumpangi.

Di video itu bahkan terdengar suara pihak kabin, “Penumpang, pesawat ulak-alik akan berada di sisi kanan pesawat sekarang. Siapapun yang berada di sisi kanan, dapat melihatnya.” Yang menarik, seseorang bahkan bercanda dengan bilang pesawat menjadi miring karena semua penumpang bergeser ke arah kanan.

"Saya punya kamera digital dengan kemampuan rekam yang baik, sayangnya baterai tidak mencukupi. Akhirnya, saya merekam gambar dengan iPhone,” kata Monday kepada Cosmic Log.

Pesawat Discovery diluncurkan dari Kennedy Space Center meskipun beberapa menit sebelumnya mengalami masalah pada komputer sehingga terpaksa tertunda selama dua menit 58 detik. Puluhan ribu orang menyaksikan bagian dari sejarah ini secara langsung di Florida.

Pesawat Discovery menuju Stasiun Antariksa Internasional dengan membawa enam astronot yang telah berpengalaman soal luar angkasa. Sebelumnya, peluncuran ini juga sempat tertunda empat bulan karena masalah bahan bakar.

Discovery merupakan pesawat tertua milik NASA dan akan dinonaktifkan tahun ini. [inilah.com]

Penampakan Aurora Borealis Menakjubkan

Penampakan Aurora Borealis MenakjubkanTidak peduli berapa kali muncul, aurora Borealis selalu tampak menakjubkan. Inilah keagungan psikedelik dari Cahaya Utara yang ditangkap di langit Aberdeen.

Jum Henderson, 62 tahun, telah menyaksikan 350 penampakan aurora dan serta beberapa cahaya lain dari rumahnya di Aberdeen, pedesaan Skotlandia. Hebatnya, pria ini hanya perlu melakukan perjalanan setidaknya 25 mil ke arah barat Aberdeen untuk menangkap gambar tersebut.

“Di bagian atas, Anda bisa melihat sisi puncak dengan bentuk aneh saat sinar terang menurun ke bawah di segalah arah. Kombinasi skala dan keindahan warna membuat aurora itu tampak menakjubkan,” kata Henderson seperti dikutip dari Daily Mail.

Henderson berhasil merekam Cahaya Utara untuk disusun dalam arsip yang berisi lima ribu gambar fenomena alam. Foto itu membuktikan bahwa siapapun tidak harus melakukan perjalanan ribuan mil ke tundra Islandia ataupun Kanada hanya untuk menyaksikan kemegahan aurora Borealis.

Sama sepeti gambar aurora lain, pemandangan luar biasa itu hanya bisa dilihat di pedesaan Inggris yang terkenal sebagai lanskap beku dari lingkaran Artik. Saat yang paling menakjubkan itu datang ketika cahaya mencapai tingkat paling intens sehingga korona sepenuhnya mengelilingi aurora.

[via inilah.com]

Saturday, February 26, 2011

At last scientists offer a possible explanation for urban hipsters

At last scientists offer a possible explanation for urban hipstersWe've all seen the movie set-ups. Some fresh young thing gets off a bus from nowheresville and walks breathless through the Big City. They gape at the tall buildings, the fast cars, and the strange people. Look! There's a guy with three assistants all dressed in matching uniforms! There's a woman with a mohawk! Over there a crowd of tattooed kids are gathering around bizarre street performers. It's all so new. There's no way the character would have seen that in East Tiny Town.

Whether the fresh young thing develops a singing career, finds an urban family where they really belong, or falls into a drug habit and is locked up for drunkenly committing manslaughter depends on the genre of the movie, but the early montage of Strange People is always there. Small towns are famed for their resident eccentrics, but it is cities, with their large crowded populations, that are most reknowned for having the largest population of the unique, the extreme, and the just plain crazy. A new study shows that this phenomenon might not just be the result of large cities drawing every nutball with their own style and their crazy dream. The differentiation might be caused by the large population itself.

Scientists at UCLA headed to the hills - and the walls and the alleys - in order to monitor rodent populations. Eight different species were observed, in populations of many different sizes. They recorded the alarm calls of all of these populations and noticed an interesting trend. As populations got bigger, individual calls became more and more distinct. A group of eight rats - living in a cupboard and, say, sneaking through your sheets for dropped bedtime snacks at night - would pretty much all sound the same. In a community of hundreds of prairie dogs - hunting the open plains and surviving on the blood of unwary tourists - would have a much greater variety of calls.

The researchers believe that the diversity of crowds is the result of simple necessity. It's not hard to find a mother, father, sibling, child, or mate in a group of twenty. A crowd of hundreds or thousands necessitates the development of a winnowing process. The more social the animals are, the more unique their features and voices have to be. The desire to stand out - or to ally oneself through clothes and behaviors to a small, select group - might not just be a way to hog attentions or assert superiority. It might be a natural response to the need to be able to identify oneself to friends and family as apart from the undifferentiated herd.

Via Science News.

Friday, February 25, 2011

Tim Vulkanologi Selidiki Suara Gemuruh

Tim Vulkanologi Selidiki Suara Gemuruh
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Jakarta menerjunkan tim untuk mengetahui gejala alam di balik suara-suara gemuruh yang dilaporkan terdengar di wilayah kabupaten sekitar kaki Gunung Wilis (2.552 meter dari permukaan laut/mdpl) di Jawa Timur. Tim yang berjumlah lebih dari satu bekerja di tempat-tempat terpisah, memasang berbagai alat pengukur kegempaan.

Humas Pemerintah Kabupaten Trenggalek Yoso Mihardi yang dihubungi Kamis (24/2/2011) menjelaskan, pihaknya berkirim surat kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk meminta bantuan, apa yang harus diperbuat dengan suara-suara gemuruh dari dalam perut bumi itu yang didengar oleh warga Trenggalek di kaki Gunung Wilis.

"Kami sudah mendapat laporan dari desa-desa dan kecamatan di bawah Wilis sejak akhir Januari. Suara paling keras terdengar di lokasi yang makin dekat dengan puncak gunung, dan makin jauh dari gunung makin tak terdengar. Jadi, ada keyakinan suara gemuruh berhubungan dengan Gunung Wilis," kata Yoso.

PVBMG diberitakan mengirim tim ke Trenggalek dan Ponorogo untuk mengukur gejala gempa, tremor (getaran) tektonik dan vulkanik di kawasan tersebut. Sebenarnya laporan suara gemuruh juga terdengar di kaki Gunung Wilis arah barat laut, yakni di Dusu Suweru dan Dusun Kandangan, Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Laporan yang sama, menurut warga, juga muncul di wilayah lereng utara Gunung Wilis, di Kabupaten Nganjuk.

Bahkan, laporan yang belum dikonfirmasikan warga menyebut munculnya rekahan tanah selebar tiga meter sepanjang sekitar 1 kilometer di dataran tinggi di kaki Gunung Wilis. Namun, belum bisa dipastikan, apakah rekahan tanah tersebut disebabkan oleh longsor oleh air hujan, atau karena fenomena kegempaan akibat aktivitas gunung.

Gunung Wilis selama ini direkam sebagai gunung tidak aktif, atau mati, atau tidak memiliki aktivitas vulkanologi. Tidak ada catatan erupsi gunung sama sekali yang pernah terekam. Gunung Wilis dikelilingi vegetasi hutan rimba, hutan produksi, yang kaya sumber-sumber air. Ada empat air terjun di sekelilingnya, yakni di wilayah Nganjuk, Kediri, dan Trenggalek.

Pada arah Kabupaten Madiun, warga setempat menanam tanaman cengkeh yang subur, akibat musim hujan berkepanjangan akhir-akhir ini.

via kompas

Thursday, February 24, 2011

Melihat air terjun mungkin sudah hal biasa. Namun, bagaimana dengan "api terjun"?

Melihat air terjun mungkin sudah hal biasa. Namun, bagaimana dengan
Melihat air terjun mungkin sudah hal biasa. Namun, bagaimana dengan "api terjun"? Inilah fenomena unik yang bisa dilihat di Horsetail Falls di Yosemite National Park, California. Api terjun itu terdapat di gugusan pegunungan Sierra Nevada, sebelah barat Danau Tahoe, memiliki ketinggian 2.000 kaki atau sekitar 600 meter.

"Api terjun" pada dasarnya merupakan air terjun, tetapi unik karena mendapatkan ekspos sinar matahari senja sehingga berkilauan kuning keemasan. Peristiwa ini sangat langka dan cuma beberapa hari dalam setahun, biasanya di bulan Februari, sinar matahari akan menyorot air terjun, menciptakan cahaya oranye bak api yang memukau.

Fenomena api terjun paling tepat disaksikan pukul 17.30 waktu setempat. Saat itu, cahaya matahari senja tepat menyinari batuan di sekitar air terjun. Di situlah keajaiban alam terjadi dan iluminasi natural tercipta. Namun, hal tersebut sulit disaksikan sebab memang merupakan salah satu fenomena alam yang paling jarang.

Josh Anon, warga San Fransisco, berhasil mengabadikan fenomena "api terjun" itu. "Jika jumlah air cukup dan langit cukup cerah untuk mendapat cahaya matahari senja, matahari akan ada pada sudut yang tepat untuk menyinari air dan membuatnya bersinar," katanya.
Ia mengatakan, sulit untuk mendapat kesempatan menyaksikannya. "Ketika surya mulai tenggelam, air bersinar sedikit dan berwarna kuning. Kemudian, secara tiba-tiba air bersinar dan tampak seperti lava," kata Anon.

Yosemite National Park yang merentang sepanjang 3.000 kilometer menarik 3,5 juta wisatawan tiap tahunnya. Api terjun adalah salah satu pesonanya. Api terjun bisa dicapai dengan mendaki ke arah utara Twin Bridge lewat rute 50 AS.

Melihat air terjun mungkin sudah hal biasa. Namun, bagaimana dengan
Melihat air terjun mungkin sudah hal biasa. Namun, bagaimana dengan

Tuesday, February 22, 2011

NASA Luncurkan Satelit Pengintai Bumi Seharga Rp 3,76 Triliun

NASA Luncurkan Satelit Pengintai Bumi Seharga Rp 3,76 Triliun
NASA berencana meluncurkan satelit pengintai bumi yang harganya mencapai 424 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,76 triliun.

Satelit ini diharapkan dapat mengirimkan informasi dan menganalisa sejumlah aktivitas butiran udara yang dimuntahkan seperti gunung berapi, kebakaran hutan, cerobong, dan pipa cerobong.

Satelit yang diberi nama The Glory yang diluncurkan sebelum Rabu (23/2/2011) waktu setempat dari Vandenberg Air Force Base menggunakan roket Taurus XL. Saat mencapai ketinggian 708 kilometer maka akan bergabung dengan pesawat satelit yang sudah mengumpulkan data selama bertahun-tahun.

Tugas utama dari satelit tersebut adalah meneliti partikel udara yang disebut aerosol. Berukuran sangat kecil dengan diameter yang lebih tipis dari rambut manusia yang bertebaran di mana-mana dan bertanggung jawab atas terjadinya langit yang berkabut dan kabur. Para ilmuwan tidak tahu terlalu banyak mengenai aerosol dan efeknya terdapat iklim.

Sumber: Sydney Morning Herald

Wednesday, February 2, 2011

Teori Baru, Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda

Misteri hilangnya beberapa kapal laut dan pesawat terbang di wilayah yang disebut "Segitiga Bermuda" kini memunculkna teori baru.

Singkirkan jauh-jauh dugaan kita tentang pesawat luar angkasa alien, anomali waktu, piramida raksasa bangsa Atlantis, atau fenomena meteorologis.

Teori Baru, Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda

Segitiga Bermuda adalah sebuah fenomena gas akut biasa, demikian tulis Salem-News.com. Gas alam, sama seperti gas yang dihasilkan oleh air mendidih. Terutama gas metana, adalah tersangka utama di balik hilangnya beberapa pesawat terbang dan kapal laut.

Bukti dari penemuan yang membawa sudut pandang baru terhadap misteri yang menghantui dunia selama bertahun-tahun itu tertuang dalam laporan American Journal of Physics.

Teori Baru, Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda

Professor Joseph Monaghan meneliti hipotesis itu ditemani oleh David May di Monash University, Melbourne, Australia.

Dua hipotesis dari penelitian itu adalah balon-balon raksasa gas metana keluar dari dasar lautan yang menyebabkan sebagian besar (tidak mengatakan semua) kecelakaan misterius di lokasi itu.

Ivan T Sanderson sebenarnya telah mengidentifikasi zona-zona misterius selama tahun 1960-an. Sanderson bahkan menggambarkan sebenarnya zona-zona misterius itu lebih berbentuk seperti ketupat ketimbang segitiga.

Sanderson menemukan bahwa bukan saja Segitiga Bermuda tetapi Laut Jepang dan Laut Utara adalah dua area tempat kejadian misterius sering terjadi.

Para Oseanograf yang menjelajah di dasar laut Segitiga Bermuda dan Laut Utara, wilayah di antara Eropa daratan dan Inggris melaporkan menemukan banyak kandungan metana dan situs-situs bekas longsoran.

Berangkat dari keterkaitan itu dan data-data yang tersedia, dua peneliti itu menggambarkan apa yang terjadi jika sebuah balon metana raksasa meledak dari dasar laut.

Metana yang biasanya membeku di bawah lapisan bebatuan bawah tanah, bisa keluar dan berubah menjadi balon gas yang membesar secara geometris ketika ia bergerak ke atas. Ketika mencapai permukaan air, balon berisi gas itu akan terus membesar ke atas dan ke luar.

Teori Baru, Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda

Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.

Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Di daerah segitiga maut Bermuda dan juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat "tambang metana".

Tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yang tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba-tiba kalau dasar laut retak.

Lolosnya tidak kepalang tangung. Dengan kekuatan yang luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawa metana hidrat.

Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat seperti "air bercahaya putih". Blow out serupa yang pernah terjadi di laut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban.

Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yang semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi di dasar laut, menimbun mereka semua.

Setiap kapal yang terperangkap di dalam balon gas raksasa itu akan langsung goyah dan tenggelam ke dasar lautan. Jika balon itu cukup besar dan memiliki kepadatan yang cukup, maka pesawat terbang pun bisa dihantam jatuh olehnya.

Pesawat terbang yang terjebak di balon metana raksasa, berkemungkinan mengalami keruskan mesin karena diselimuti oleh metana dan segera kehilangan daya angkatnya.

Sumber :
antaranews.com / yasirmaster.blogspot.com / kadri-blog.blogspot.com

Saturday, January 29, 2011

Asteroid Sebesar Titanic Hantam Jupiter

Asteroid Sebesar Titanic Hantam Jupiter
Seorang astronom amatir asal Australia menjumpai fenomena aneh di permukaan Jupiter saat melakukan observasi pada 19 Juli 2009 lalu. Dengan teleskop yang ada di kediamannya di New South Wales, Australia, ia melihat adanya bintik yang berukuran sangat besar.

Penasaran dengan sebab munculnya bintik hitam raksasa itu, Anthony Wesley si astronom amatir menghubungi NASA dan memaparkan yang terjadi. Penelitian astronomi yang dipublikasikan di Jurnal Icarus bulan ini menjawab rasa penasaran Wesley.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Glenn Orton, astronom di Jet Propulsion Laboratory NASA, bintik hitam raksasa itu disebabkan hantaman asteroid. Diketahui, asteroid yang menghantam berukuran setara dengan kapal Titanic atau sekitar 500 meter.

Bintik hitamnya sendiri sebenarnya bukanlah area yang berukuran kecil. Astronom mengungkapkan, bintik hitam itu sebenarnya memiliki luas hampir sama dengan Samudra Pasifik. Bintik itu, menurut ilmuwan, adalah semacam lubang di Jupiter.

Astronom mengungkapkan, ini adalah kali pertama menjumpai Jupiter dihantam oleh sebuah asteroid. Sebelumnya, astronom hanya melihat Jupiter "diserang" oleh komet. Orton mengungkapkan, peristiwa ini membuktikan bahwa tata surya sangat dinamis dan penuh kejutan.

"Fakta hantaman terjadi serta implikasi yang ternyata merupakan asteroid dan bukan komet menunjukkan, tata surya sangat kompleks, kejam, dan merupakan wilayah yang dinamis. Banyak kejutan di luar sana yang menunggu kita. Masih ada banyak," kata Orton seperti dikutip Daily Mail.

Berdasarkan hasil riset, hantaman asteroid ini menyebabkan kenaikan temperatur sebesar 4 kelvin hingga 42 kilometer di atas awan Jupiter. Jumlah itu tidak termasuk besar, tetapi terjadi di wilayah planet yang cukup luas. Gas seperti asmonia juga terlempar ke atas ketika hantaman terjadi.

Sebelumnya, Jupiter juga pernah dihantam komet bernama Shoemaker-Levy 9. Hantaman asteroid pada tahun 2009 terjadi hampir 15 tahun setelah hantaman komet sebelumnya. Tahun 2010 lalu, astronom mengetahui ada dua hantaman akibat komet yang terjadi di Jupiter.